Binsik Personel Lantamal VI Menelan Korban

Simulasi Tim kesehatan Lantamal VI ingin menunjukan kepada pejabat  Lantamal VI, bahwa dalam kondisi apapun, tim kesehatan Lantamal VI  harus siap dalam menghadapi segala keadaan darurat apapun. Ist

Simulasi Tim kesehatan Lantamal VI ingin menunjukan kepada pejabat Lantamal VI, bahwa dalam kondisi apapun, tim kesehatan Lantamal VI harus siap dalam menghadapi segala keadaan darurat apapun. Ist

Makassar, LiputanLIMA.com – Pembinaan fisik (Binsik) personel Lantamal VI yang berlangsung pada Jumat, tanggal 15 April 2016 bertempat di Lapangan Arafuru Mako Lantamal VI sempat menelan korban. Korban tersebut bernama Usman yang merupakan salah satu personel PNS Rumkital Jala Ammari Lantamal VI yang sehari-harinya bertugas di bagian administrasi Tata Usaha (Taud).

Kronologis kejadian tersebut, bermula ketika seluruh personel PNS Lantamal VI sedang melakukan test Samapta (Kesegaran Jasmani) yang rutin dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali dengan cara berlari dengan menempuh jarak 2.400 M. Ketika pelaksanaan, salah satu personel (Usman) tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri, sehingga terjadi kepanikan personel yang berada sekitar tempat kejadian.

Selanjutnya, dengan cepat tim Kesehatan Lantamal VI dari Rumah Sakit TNI AL (Rumkital) Jala Ammari dengan alat medisnya memberikan pertolongan pertama berupa mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung (cardiac arrest) dan kemudian si korban dievakuasi ke Rumah Sakit TNI AL (Rumkital) Jala Ammari dengan menggunakan ambulance untuk penyelamatan dan tindakan medis berikutnya.

Menurut keterangan dari salah satu perwira Rumah Sakit Jala Ammari, Mayor Laut (K/W) Sahara, si korban tersebut sebelumnya sempat lembur mengerjakan tugas kantor bagian administrasi sampai tengah malam, dikarenakan pelayanan Rumah Sakit yang mengharuskan untuk pelayanan full 24 jam terhadap pasien yang membutuhkan pertolongan. Karna itulah kondisi fisik dari si korban tidak siap namun dipaksakan untuk mengikuti test Samapta ini dan berakhir dengan kejadian tersebut.

Peristiwa itu merupakan bagian dari skenario yang digelar Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari untuk menguji kesiapsiagaan petugas dalam keadaan darurat emergency seperti pertolongan pertama kepada personel Lantamal VI.

Simulasi ini digelar dan disajikan situasi real kejadian secara nyata tampa pemberitahuan terlebih dahulu. sebagai upaya Untuk melihat sejauh mana fungsi,kesigapan,kecepatan, koordinasi, komunikasi dan komando tim kesehatan Lantamal VI dari Rumkit Jala Ammari yang sedang proses Akreditasi sebagai Rumkit yang melayani personel Lantamal VI dan Masyarakat Umum.

Dalam simulasi kali ini, Tim kesehatan Lantamal VI ingin menunjukan kepada pejabat Lantamal VI, bahwa dalam kondisi apapun, tim kesehatan Lantamal VI harus siap dalam menghadapi segala keadaan darurat apapun.

Kadispen Lantamal VI, Kapten Laut (KH) Suparman Sulo | Citizen Jounalism

Kirimkan berita seputar kegiatan organisasi Anda ke redaksi@liputanlima.com disertai dengan nama penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *