Pemkab Wajo Canangkan Program Budaya Baca “Baruga Tomacca”

Bupati Wajo Burhanuddin Unru (kiri) menerima hibah buku bacaan berjenjang secara simbolis dari koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Jamaruddin pada Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Merdeka Wajo (2 Mei 2016)

Bupati Wajo Burhanuddin Unru (kiri) menerima hibah buku bacaan berjenjang secara simbolis dari koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Jamaruddin pada Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Merdeka Wajo, Senin (2/5/2016) | Dok

Wajo, LiputanLIMA.com – Kabupaten Wajo menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional sebagai pencanangan program budaya baca di daerah tersebut. Programnya diberikan tag “Baruga Tomacca,” baruga berarti taman dan tomacca orang-orang pintar.

Program tersebut menandakan keinginan pemerintah Kabupaten Wajo terutama kepala dinas pendidikan, menjadikan Wajo sebagai kabupaten literasi.  Peringatan hari pendidikan itu sendiri  diselenggarakan di lapangan Merdeka Wajo yang dihadiri oleh  ribuan peserta dari jajaran pemerintahan, DPRD, dan perwakilan-perwakilan siswa dari setiap sekolah di Wajo.

Pencanangan program budaya baca tersebut salah satunya ditandai  dengan hibah buku bacaan berjenjang dari USAID PRIORITAS. Hibah secara simbolis diberikan Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Jamaruddin kepada Bupati Wajo, Burhanuddin Unru.

Wajo mendapatkan hibah buku bacaan berjenjang dari USAID PRIORITAS sebanyak 91.200 buku (2 Mei 2016)

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Wajo, Jasman Juanda menyatakan bahwa program budaya baca akan diawali dengan mendengungkan secara lebih intensif tagline gerakan budaya baca “Baruga Tomaca”.

“Sesuai dengan Permendiknas, maka yang akan kita lakukan secara lebih tegas adalah mewajibkan sekolah melakukan 15 menit membaca sebelum pembelajaran,” ujarnya.

Dia juga mengatakan Bappeda sangat mendukung gerakan budaya baca ini. “Salah satunya lewat penerbitan buku,” katanya. Salah satu buku yang sudah diterbitkan adalah kamus Bahasa bugis.

“Kamus ini sangat penting agar kita semua tidak lupa akan Bahasa daerah kita,” ujarnya.

Pada acara itu bupati juga memberikan penghargaan khusus kepada Muh. Isrul siswa kelas 8 SMP 4 Tanasitolo yang menjadi juara I nasional Lomba Menulis Cerpen. “Sudah saatnya menulis cerita mendapatkan penghargaan yang tinggi sebagaimana  di luar negeri,” ujar Andi Irmahaerani, koordinator USAID PRIORITAS untuk daerah Wajo.

Dalam pidato Menteri Pendidikan yang dibacakan oleh Bupati Wajo, kualitas literasi menjadi salah satu tujuan pembangunan dalam bidang pendidikan selain kualitas karakter dan kompetensi.  Menteri berharap masyarakat mengembangkan literasi baca dan hitung, teknologi, budaya dan sains.

Mustajib | Citizen Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *