Sidrap Terima Penghargaan Sebagai Pelopor Percontohan Gerakan Budaya Membaca

2. asma

Rusdi Masse bupati Sidrap dan Bella Saphira Ketua Yayasan Chandra Kirana bersama-sama memegang penghargaan dalam acara Hardiknas Kabupaten Sidrap | Dok

Makassar, LiputanLIMA.com  – Gerakan menjadikan Sidrap Kota Baca mendapatkan apresiasi yang besar dari Pemerintah Provinsi Sulsel. Pada upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di kabupaten Sidrap, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan,  Agus Arifin Nu’mang, mewakili pemerintahan provinsi Sulsel  memberikan penghargaan khusus langsung Sidrap sebagai Kabupaten Pelopor Program Nasional Percontohan Gerakan Budaya Membaca kepada Rusdi Masse, Bupati Sidrap.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi yang besar pemerintahan provinsi terhadap upaya-upaya yang telah kita lakukan bersama-sama dalam mengarusutamakan budaya baca di tengah masyarakat,” ujar Nur Kanaah, Kepala Dinas Pendidikan Sidrap disela-sela upacara Hardiknas yang dihadiri oleh undangan wakil pemerintahan daerah dari  23 kabupaten/kota Provinsi Sulsel tersebut, Senin (2/5/2016).

Sidrap mulai tahun 2015 dengan konsisten berusaha menerapkan budaya baca terutama di sekolah-sekolah dan masuk sebagai 10 Kabupaten Nasional Gerakan Budaya Membaca. Setiap sekolah diwajibkan untuk melakukan membaca senyap 15 menit sebelum pembelajaran dan menambah jam membaca selama satu jam setiap hari Sabtu.

“Pada kegiatan 15 menit membaca tiap hari, siswa-siswa tidak dibebani tugas apa-apa kecuali membaca sesuai kesukaannya. Pada kegiatan satu jam membaca di hari Sabtu, siswa diminta merangkum, membuat resensi dan kadang menceritakan kembali apa yang telah dibaca,” ujar Asma, Koordinator  USAID PRIORITAS untuk Sidrap.

Untuk mendorong tumbuhnya budaya baca di Sidrap, Bupati Sidrap telah mengeluarkan Surat Keputusan pembentukan tim  budaya baca.  Bupati, wakil bupati dan ketua DPRD bertindak sebagai penasehat,  Sekda dan Bappeda sebagai pengarah, sedangkan  kepala dinas pendidikan sebagai ketua harian.  Anggota-anggotanya terdiri dari para kabid dinas pendidikan, koordinator pengawas,  kepala UPTD, Kepala MKKS dan K3S, Koordinator Daerah dan Fasda USAID PRIORITAS.

Tugas tim ini memastikan bahwa program budaya baca tersosialisasi dengan baik, melakukan analisis kebutuhan, menyusun kebijakan, melakukan pelatihan dan pendampingan, mengevaluasi program budaya baca dan lain-lain.

Kepala Dinas Pendidikan Sidrap, Nur Kanaah, juga mengeluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah mewajibkan sekolah melaksanakan program membaca senyap 15 menit. “Asistensi yang dilakukan USAID PRIORITAS dalam budaya baca ini sangat membantu mewujudkan Sidrap sebagai kota baca,” ujar Nur Kanaah, Kadis Pendidikan Sidrap.

Selain itu, beberapa sekolah juga telah membentuk komunitas membaca, seperti di SMP 2 Pangsid. Komunitas yang anggota-anggotanya terdiri dari para siswa tersebut sering mengadakan diskusi tentang buku.

Salah satu bukti nyata hasil membaca di sekolah adalah murid kelas V SD Neg I Kalukuang bernama  Aisyah yang karena minat bacanya tumbuh pesat, telah membaca 117 buku dalam kurun lima bulan. Tidak hanya dia suka membaca buku, tapi juga mampu menceritakan hasil membacanya dengan baik. Hal itu dibuktikan di panggung  pameran pendidikan Hardiknas Sidrap. Saat dia ditantang membaca selama tujuh menit dan menceritakan hasil bacaan selama 7 menit tersebut, dia mampu menceritakan secara lengkap.

Pameran pendidikan yang diadakan dinas pendidikan tersebut diisi oleh sembilah puluh satu stan  yang banyak memamerkan program dan hasil-hasilnya seperti puisi, cerpen, hasil rangkuman dan lain-lain.

Mustajib | Citizen Reporter


Kirim naskah berita terkait organisasi Anda atau info kejadian menarik lainnya ke redaksi@liputanlima.com disertai dengan nama penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *