PD PM Pinrang Siapkan Da’i Muda Isi Ramadhan

Keterangan gambar; Foto bersama peserta upgrading da'i Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan se-Ajatappareng 14-15 Mei 2016 di hotel Syariah Atiqa Pinrang, Minggu (15/5/2016) | Dok

Foto bersama peserta upgrading da’i Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan se-Ajatappareng 14-15 Mei 2016 di hotel Syariah Atiqa Pinrang, Minggu (15/5/2016) | Dok

Pinrang, LiputanLIMA.com – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Kabupaten Pinrang terbilang sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan upgrading da’i Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel regional Ajatappareng plus.

Kegiatan itu diikuti oleh PD PM Pinrang, Parepare, Sidrap, dan PD PM Enrekang, yang dilaksanakan selama dua hari 14-15 Mei 2016 di hotel syariah Atiqa Pinrang, kemarin (15/5/2016).

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pinrang, Munir Amir saat dikonfirmasi pasca penutupan mengatakan, berharap para da’i-da’i muda Muhammadiyah yang telah mengikuti upgrading da’i dapat mempraktikkan dan mengamalkan ilmu yang telah didapatkan selama pelatihan dua hari tersebut.

Nantinya kata Munir, pihaknya akan berkordinasi dengan Majelis Tabligh PD Muhammadiyah Pinrang agar memberikan jadwal ceramah.

“Harapannya ya, semua da’i-dai muda sudah bisa mengisi ceramah tarwih nantinya, sudah bisa khatib jum’at, bahkan sudah bisa mengisi pengajian bulanan juga, sehingga ilmunya dapat dirasakan warga persyarikatan dan masyarakat muslim lainnya,” jelas Munir.

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Pinrang mengutus sedikitnya delapan orang peserta untuk mengikuti materi upgrading da’i tersebut.

Muhammad Husni sebagai salah satu peserta mengungkapkan rasa syukur dan mengapresiasi pelaksanaan upgrading da’i tersebut, karena disamping mendapatkan materi tentang metodologi jadi seorang da’i serta kajian keilmuan juga langsung role play atau praktik ceramah didepan audience.

“Banyak hal baru yang saya dapat dan rasakan pasca pelatihan antara lain meningkatnya kepercayaan diri, pengetahuan arti ikhlas lebih dalam, seorang ustadz harus mengikuti perkembangan zaman dalam berdakwah, dan derajat hidup serasa naik satu tingkat dibanding sebelumnya,” ungkap Husni.

Sulaiman | Citizen Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *