Bugis Lebih Dahulu Temukan Australia Dibanding Inggris

kapal-pinisi-suku-bugis

Keterangan Gambar: Perahu Phinisi adalah perahu yang dipakai orang Bugis ke Australia. Sumber: hasanuddin-airport.co.id

Makassar, Liputan LIMA.com – Kiprah besar pelaut Nusantara yang berasal Bugis ditorehkan dengan menginjak benua Australia pada abad ke 17, seratus tahun sebelum petualangan seorang pelaut Inggris, James Cook, yang mengkalim pertama kali menemukan Australia sekitar akhir abad ke 18, dikutip dari berbagai sumber.

Namun, perjalanan para pelaut Nusantara ke berbagai belahan dunia berbeda dengan bangsa Eropa yang ditandai pencaplokan ataupun bentuk penjajahan suatu wilayah.

Sedangkan pelaut nusantara sekadar membangun komunikasi sosial, perdagangan, serta kegiatan lain berdasarkan prinsip kesetaraan sesama bangsa.

Namun, ada perbedaan mendasar antara bangsa Eropa dan Nusantara (Bugis dan lainnya) yang datang ke Australia. Semua pasti sudah tahu bahwa antara Bumi Nusantara dan Australia hanya dipisahkan oleh sebuah samudera luas bernama Samudera Hindia.

Dahulu, samudera ini menjadi salah satu rute perjalanan favorit para pelaut untuk menjelajahi dunia demi mendapatkan komoditi tertentu. Banyak pelaut Nusantara yang rela mengarungi samudera ini demi mendapatkan teripang sebagai komoditi ekspor.

Salah satu kawasan yang menjadi penghasil teripang terbesar di dunia pada waktu itu adalah bagian Utara Australia. Hal inilah yang kemudian mengundang para pelaut Nusantara untuk berlayar ke kawasan tersebut.

Dengan menggunakan kapal, orang-orang Makassar melakukan perjalanan selama enam bulan untuk bisa berangkat ke Australia ataupun sebaliknya, karena angin muson yang mendorong perahu mereka hanya bertiup setiap setengah tahun sekali.

Marege, merupakan nama yang diberikan oleh nelayan Makassar untuk Pantai Utara,  Arnhem Land, Australia. Orang Makassar disebut sebagai Manggatara oleh Aborigin.

Penyebutan seperti itu menunjukkan bahwa Makassar dan Aborigin, sudah saling mengenal dengan baik atau hubungan keduanya tak didahului oleh konflik apapun.  Selain menangkap teripang, orang Makassar juga membawa barang dagangan hingga ke Selatan Australia (*/Anhy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *