Wahyuddin Halim: Parcel Hanya Kebiasaan Turun Temurun Saja di UIN

Parcel Buah 2

Ilustrasi Parcel biasanya dibawa oleh mahasiswa UIN Alauddin Makassar ketika ingin ujian skripsi| Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Polemik parcel di kampus peradaban, Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar menuai kontroversi akhir-akhir ini, setelah diberitakan oleh beberapa media. Bahwa di salah satu fakultas terdapat tumpukan parcel yang dibawa oleh mahasiswa yang sedang mengikuti ujian skripsi.

Menanggapi hal tersebut, alumnus Australia Wahyuddin Halim mengaku yang sejak awal menolak secara terang-terangan mahasiswanya membawa parcel saat ujian skripsi. Ia menuturkan bahwa, di UIN tidak dijelaskan dalam aturan, mahasiswa diwajibkan membawa bingkisan parcel kepada dosen penguji.

“Tidak ada dalam aturan, ini cuma kebiasaan yang turun temurun,” jelas dosen di fakultas Ushuluddin ini saat diwawancarai LiputanLIMA.com, Jumat (1/04/2016).

Menurutnya, ke depan akan di selenggarakan seminar yang akan membahas persoalan parcel. Ia akan memanggil para ahli untuk diambil testimoninya.

“Sejauh ini lanjutnya hanya dekan fakultas Saintek yang melarang mahasiswanya membawa parcel, ”tuturnya.

 

(Ruslan/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *