Mau Pintar Bahasa Inggris? Yuk Gabung di LDK Al Jami’ UIN

IMG-20160402-WA0010 (1)

SPMB merupakan salah satu program kerja divisi kajian dan strategi (Kastrat) dan keilmuan yang diadakan oleh Al Jami. Program ini mengadakan pembelajaran bahasa Inggris, di masjid kampus dua UIN Alauddin Makassar, Sabtu (02/4/2016) | Dok

Makassar, LiputanLIMA.com – Salah satu divisi dalam struktur kepengurusan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Jami’ UIN Alauddin Makassar, membuka Sekolah Pengembangan Minat dan Bakat (SPMB).

SPMB merupakan salah satu program kerja divisi kajian dan strategi (Kastrat) dan keilmuan. Program ini mengadakan pembelajaran bahasa Inggris, di masjid kampus dua UIN Alauddin Makassar, Sabtu (02/4/2016).

Berlangsungnya kegiatan tersebut bekerja sama dengan tiga Lembaga Dakwah Fakultas (LDF). Di antaranya, Ulil Albab di Fakultas Sains dan Teknologi, Arrahmah di Fakultas Usluhuddin Filsafat dan Politik, dan Al Uswah di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Koordinator Kastrat dan Keilmuan (K3), Muhammad Aqil mengatakan SPMB dicanangkan selama satu periode kepengurusan 2015-2016. Jadi, semua mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang ingin bergabung tanpa sekat jurusan bisa mendaftar belajar bahasa Inggris tanpa terkecuali.

“Tujuan dari SPMB ini adalah bagaimana pihak lembaga dakwah kampus mampu mewadahi kebutuhan mahasiswa dalam bidang keilmuan,” ungkap Muhammad Aqil kepada LiputanLIMA.com di masjid kampus dua UIN.

Kegiatan ini, kata Muhammad Aqil, tidak hanya melibatkan mahasiswa pada umumnya. Tapi juga mengundang peserta yang masih duduk dibangku sekolah lanjutan pertama tingkat atas (SLTA) se-kota Makassar dan Gowa.

Pada pertemuan pertama ini, kata Mahasiswa semester enam dari jurusan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan itu, peserta mencapai 62 orang yang diajar oleh 3 pembimbing. Dilaksanakan satu kali sepekan, setiap hari Sabtu, dimulai pukul 13.00 sampai 15.30.

“Saya berharap agar mahasiswa selalu bergerak positif mengisi waktu luang mereka dengan belajar disini, apa lagi ini sengaja diambil hari sabtu supaya orang yang tidak ada kuliahnya dan anak sekolah luang waktunya bisa datang belajar,” harap Muhammad Aqil.

(Saifullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *