Mau Lulus Ujian Nasional? Ini Saran Anis Baswedan

8321UN_2016_800x401

Menjawab soal ujian nasional | Int

Jakarta, LiputanLIMA.com – Ujian Nasional (UN) untuk SMA dan SMK sederajat akan dimulai besok 4 April hingga 7 April 2016 untuk UN berbasis kertas. Sementara itu, untuk UN berbasis komputer yang baru bisa dilaksanakan di sekolah yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan provinsi, selain tanggal 4 sampai 7 April, juga akan dilaksanakan pada 11 dan 12 April 2016.

Hal tersebut bisa saja membuat para orang tua mencemaskan anak mereka yang akan UN. Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa apa yang dirasakan oleh orang tua peserta ujian juga dirasakan olehnya.

“Anak sulung saya, juga akan menjalani Ujian Nasional. Sebagai orangtua, seperti halnya Ibu dan Bapak, kami juga turut merasakan apa yang dirasakan anak-anak kita. Ada pengharapan mendapat hasil terbaik, tetapi juga mungkin terbersit kekhawatiran,” ungkap Anies Baswedan melalui laman Kemendikbud.

Ia juga mengajak agar para orang tua bisa membangun masa dan suasana yang tenang, suasana belajar di rumah.

“Saya berharap, kita sebagai orangtua menghindari hal-hal yang bisa menggangu ketenangan persiapan anak dalam menghadapi UN. Bagi anak-anakku peserta UN, jangan tegang menghadapi UN yang kini tidak lagi menentukan kelulusan. Tidak perlu khawatir berlebihan dalam menjalani UN, namun manfaatkan tantangan ini secara sungguh-sungguh sebagai kesempatan bercermin tentang apa yang sudah kita raih dan apa yang perlu kita lakukan ke depan,” pesannya, Minggu (3/4/2016).

Ia juga berpesan agar peserta ujian tidak memaksa diri mereka belajar. Terutama ketika malam menjelang ujian nasional.

“Malam menjelang UN jangan belajar semalaman. Justru harus tidur cukup. Usahakan tidur malam selama 8 jam. Pastikan asupan makanan sehat dan bergizi. Jangan lakukan hal yang sebelumnya tidak biasanya kita lakukan. Ini untuk menghindari terjadinya hal-hal baru yang berisiko mengganggu persiapan,” sarannya.

Selain itu, ia juga mengingkinkan agar semua kebutuhan yang harus dibawa ke sekolah saat UN. Para peserta ujian mestinya memperhatikan dan persiapkan dengan detail sehari sebelum UN, mulai dari baju seragam hingga pensil, penghapus dan rautan. Bisa memastikan berangkat awal dari rumah, agar tidak terburu-buru di jalan dan bisa sampai di lokasi UN dengan tenang dan tepat waktu.

“Saat menjalani UN, diawali berdoa, saya berharap anak-anakku semua tetap percaya pada diri sendiri. Saya mengingatkan kepada semua untuk tidak melakukan cara-cara yang tidak terpuji sewaktu UN, seperti menyontek atau percaya pada mereka yang menawarkan jawaban,” pungkasnya lebih lanjut.

(Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *