Perkuat Jaringan Fakultas Hukum di Sulsel, Permahi Goes To Campus

Exif_JPEG_420

Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Makassar mengelar Goes To Campus di Aula Harifin Tumpa Fakultas Hukum (FH) UNHAS Senin, (4/4/2016).

Makassar, LiputanLIMA.com – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Makassar mengelar Goes To Campus di Aula Harifin Tumpa Fakultas Hukum (FH) UNHAS Senin, (4/4/2016).

Kegiatan ini dihadiri 50-an peserta yang diwakili dari berbagai kampus FH Kota Makassar antaranya Universitas Muslim Indonesia (UMI) , Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Islam Negri (UIN) dan Uninersitas Indonesia Timur (UIT).

Kegiatan yang bertema Peran Mahasiswa dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini memiliki tujuan memperkuat silaturahim antara calon penegak hukum ke depan khususnya di Sulsel.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber antara lain, Guru Besar FH-UN, Prof. Juajir Sumardi, Dr. Laode Abd Gani dan Andi Firmansyah (Tentang Ke-Permahian-an).

Prof. Juajir menjelaskan terkait peran mahasiswa menghadapi MEA bahwa mahasiswa berperan penting untuk menghadapinya, salah satunya mahasiswa harus kaji antaranya pangan, jasa, perdangangan, dan keilmuan.

“Bahwa mahasiswa tidak terjebak pada kesibukan yang tidak afektif dan tentunya harus diperbaiki adalah tanggung jawab internal. Yaitu persiapkan ilmu sebagai profesi hukum khususnya untuk menghadapi Ekonomi Asean,” jelasnya.

Ia juga menekankan perlunya mengasah Hak kekayaan intelektual (Haki) sebagai landasan untuk mengidentifikasi kerugian negara.

“Karena Ibu pertiwi sedang menangis atas perilaku pemipin sekarang maka kami mengajak para Pemuda untuk cinta kepada tanah air demi kemajuan bangsa, dan itu tidak lepas dari peran mahasiswa,” tegas Prof Juajir.

Di sisi lain, Dr Laode Abd Gani mengatakan bahwa mahasiswa mestinya berperan di era MEA. “Kenapa kemudian masuk MEA, karena kebutuhan. Lebih banyak untungnya dari pada ruginya artinya Indonesia masuk di MEA karena kebutuhannya,” ujarnya.

Sementara, Andi Firmansyah lebih mengupas tentang ke-Permahi-an bahwa Permahi tidak terikat pada instansi atau partai politik apapun karena dasar Permahi adalah untuk menciptakan pendidikan dan profesi hukum.

Selain itu Reza Patryanto Y Ketua Umum Permahi yang biasa disapa Baso dia mengharapkan bahwa semoga kegiatan Permahi “goes to campus” ini dapat menghasilkan wawasan baru terhadap MEA. Dimana nantinya sebagai calon sarjana hukum tidak hanya bersaing dengan lulusan dalam negeri tapi dengan Se-Asean.

“Jadi terkhusus kepada Mahasiswa hukum harus siap menghadapi MEA”, pungkas Baso.

 

Muh. Basri Lampe/Citizen Journalism


Kirimkan berita seputar kegiatan organisasi Anda ke redaksi@liputanlima.com disertai dengan nama penulis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *