Cengeng, Pemuda Dinilai Tidak Bisa Bangun Bangsa

untitled-1-psd

Ilustrasi pemuda dulu dan sekarang | Int

Makassar, Liputanlima.com  – Seminar dan diskusi tentang peringatan hari Kartini semarak dilakukan oleh berbagai lembaga. Baik itu dari lembaga kemahasiswaan maupun lembaga swadaya masyarakat. Cara tersebut dilakukan lantaran untuk mengingat kembali perjuangan R.A Kartini di masa penjajahan, memperjuangkan kaum perempuan untuk hidup sama rata dengan kaum lelaki.

Menjamurnya perjuangan feminisme di masa sekarang, dinilai masih bersifat reaksioner semata. Oleh karena aktivis perempuan hanya memperingati hari perempuan dua kali selama kurung waktu satu tahun. Di antaranya hari Kartini yang jatuh pada 21-April dan hari ibu 22 Desember.

Arqam Azikin selaku pemateri dalam acara yang dilaksanakan oleh Dema fakultas Sains dan Teknologi di ruang Senat lantai 4 Rektorat UIN, Kamis (21/4/2016), mengatakan selain Kartini yang menjadi inspirasi perjuangan kaum perempuan, di Sulawesi Selatan ada juga pejuang kemerdekaan dari kaum perempuan.

“Kita punya pejuang perempuan di Sulsel seperti Emi Saelan,”ujar pendiri sekolah Kebangsaan ini.

Selain itu, Arqam Azikin menyebutkan, perlawanan kaum perempuan untuk mendapatkan posisi yang sama dengan lelaki, akan sangat sulit dilakukan.

“Mentalitas pemuda yang cengeng tidak akan mungkin membangun bangsa,” ujarnya kemudian.

Aktivis perempuan Ninis Arivani, ketua serikat perempuan Indonesia (Srikandi) menyebutkan, perempuan sering diposisikan ke dalam ruang yang subordinat, sehingga selalu dinomor duakan dibandingkan dengan laki-laki.

Perempuan belum mendapatkan ruang di publik untuk bisa berjuang di tengah masyarakat, lantaran budaya dominan di Indonesia adalah patriarki.

“Perempuan belum mendapatkan kesetaraan di ruang publik, dan omong kosong bicara HAM kalau kesetaraan perempuan belum terpenuhi,”  akunya dalam dialog Kebangsaan Eksistensi Perlawanan Perempuan dan Lembaga Kemahasiswaan dalam Konteks Kebangsaan.

(Ruslan/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *