Kanker Otak? Ganja Bisa Jadi Obatnya

E003931

Tanaman Ganja ternyata bisa mengobati kanker dan tumor otak | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Sebuah studi terbaru yang dilakukan pada tikus menunjukkan, bila dikombinasikan dengan terapi radiasi, ganja secara efektif dapat mengecilkan salah satu jenis tumor yang paling agresif, yaitu tumor otak.

Hal tersebut dibuktikan dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Molecular Cancer Therapies, tim peneliti dari St George University of London menguraikan “pengurangan dramatis” yang mereka amati padaglioma massa, bentuk mematikan dari kanker otak, ketika diobati dengan mengombinasi radiasi dan dua senyawa ganja yang dikenal sebagai cannabinoid.

Selain tanaman yang punya nama latin Cannabis sativa ternyata efektif melawan tumor otak, ternyata juga bisa menghancurkan beberapa sel kanker.

Dalam banyak kasus, terbukti tumor menyusut sampai sepersepuluh ukurannya semula. “Cannabinoids dapat berperan dalam mengobati salah satu kanker yang paling agresif pada  orang dewasa. Hasilnya menjanjikan,” kata Dr. Wai Liu, salah satu peneliti.

Penelitian mengenai manfaat ganja dalam pengobatan kanker memang bukan hal baru. Namun,  Liu dan timnya adalah yang pertama meneliti efek kombinasi ganja dengan terapi radiasi.  “Hasil akhirnya lebih kuat dalam mengecilkan tumor,” katanya.

Dalam penelitiannya, Liu mengamati tikus yang sebelumnya sudah diinfeksi glioma (tumor  otak) lalu diobati dengan dua macam terapi, yakni radiasi saja atau kombinasi antara  radiasi dan senyawa ganja.

Senyawa yang dipakai adalah THC, senyawa psikoaktif yang terkait dengan sensasi “high”,  dan CBD, yang tidak menghasilkan efek samping psikoaktif.

Mereka menemukan bahwa pengobatan tumor yang terbaik adalah memakai dosis rendah, baik THC  dan CBD bila digunakan secara bersama, membuat tumor lebih mudah merespon radiasi.

Penggunaan dua senyawa itu dalam dosis rendah ternyata juga menghasilkan efek yang sama  jika memakai salah satu komponen dalam dosis tinggi. Ini penting karena dengan demikian  efek samping yang dialami pasien juga lebih sedikit.

THC dan CBD merupakan dua dari puluhan senyawa kimia yang ditemukan dalam tanaman ganja.  Tim ilmuwan dari Inggris tahun lalu menemukan bahwa kombinasi dari enam cannabinoids murni  yang berbeda dapat membunuh sel-sel kanker leukemia.

Sementara itu, THC saja telah terbukti mengurangi ukuran tumor kanker dan menghentikan  penyebaran HIV. CBD juga memiliki efek positif pada anak-anak dan orang dewasa yang  menderita gangguan kejang yang berat.

Walau begitu, di banyak negara ganja masih tergolong dalam obat-obatan terlarang. Walau  ada beberapa negara yang melegalkan ganja untuk tujuan pengobatan, tapi para ahli  berpendapat kurangnya dukungan pemerintah terhadap pemakaian ganja di bidang kesehatan membuat manfaat tanaman ini kurang dipahami secara baik, dilansir dari Kompas.com (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *