Rektor UIN Alauddin: Ada Desertasi Rasa Skripsi di Pasca Sarjana

Prof Dr Sabri Samin dilantik sebagai direktur pascasarjana, berdiri di sebelah kiri, Prif Dr M Ghalib dilantik kepala LPM, berdiri ditengah dan Prof Dr Saleh Tajuddin dilantik menjadi kepala LP2M, berdir disebelah kanan.

(Dari kiri) Pelantikan Prof Dr Sabri Samin sebagai direktur PPs, Prof Dr M Ghalib sebagai kepala LPM, dan Prof Dr Saleh Tajuddin kepala LP2M, Rabu (11/5/2016) | Saefullah

Gowa, LiputanLIMA.com – Rektor UIN Alauddin, Prof Musafir Pababbari melantik tiga pejabat baru. Pelantikan tersebut dilakukan di gedung rektorat, Rabu (11/5/2016)

Mereka adalah Prof Sabri Samin sebagai Dir Program Pascasarjana (PPs), serta Prof Saleh Tajuddin sebagai kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M). Pejabat lainnya adalah Prof Dr M Ghalib sebagai ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).

Prof Sabri dan Prof Saleh Tajuddin dilantik menggantikan pejabat sebelumnya yang tutup usia. PPs sebelumnya dijabat oleh Prof Ali Parman, sementara LP2M dijabat Prof Natsir A Baki.

Dalam kesempatan itu, Rektor UIN Alauddin, Prof Musafir menyampaikan bahwa ke tiga lembaga harus segera berbenah. Alasannya kata Prof Musafir, karena lembaga tersebut sering mendapat sorotan.

“Kita disorot oleh berbagai pihak terkait penguasaan metodologi di Pascasarjana, juga LPM dan LP2M banyak mendapat sorotan dari luar, kritikan ini tidak semua benar,” kata dia.

“Dalam proses penyelesaiannya, muncul anggapan bahwa desertasi yang citarasanya tesis, bahkan memiliki citarasa skripsi banyak terjadi di Pasca,” beber Prof Musafir.

Mantan Wakil Rektor II tersebut menambahkan, bahwa LP2M dengan pemimpin yang baru ini harus membangun dan lebih memperkuat tali kerja sama dengan Universitas yang ada di luar negeri, agar semuanya bisa lebih berkualitas.

Tidak hanya itu, LP2M juga harus pemperbaiki fasilitas dan hasil dari penelitian-penelitian yang ada supaya lembaga tersebut tidak dianggap cuman bisa menjilid hasil penelitian.

“Ini sebagai keritikan ke LP2M, selama ini LP2M biasanya hanya menjilid hasil penelitian,” tegasnya.

(Saefullah/Luqman)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *