Hatta Rahman: Pembangunan Maros akan Berorientasi ke Pengembangan Mutu SDM

 M. Hatta Rahman saat membuka acara Pelatihan Pemantauan Kemajuan Sekolah Bagi Pengawas yang diadakan Pemda Maros bekerjasama dengan USAID PRIORITAS di Hotel Transit Maros (24 Mei 2016)

M. Hatta Rahman saat membuka acara Pelatihan Pemantauan Kemajuan Sekolah Bagi Pengawas yang diadakan Pemda Maros bekerjasama dengan USAID PRIORITAS di Hotel Transit Maros, Selasa (24/5/2016) | Dok

Maros, LiputanLIMA.com – Bupati Maros, M. Hatta Rahman mengungkapkan bahwa diparuh kedua kepemimpinannya, pembangunan di daerahnya akan berorientasi pada sumber daya manusia/non-fisik dibanding pembangunan fisik.

Hal itu dia ungkapkan pada pembukaan pelatihan Pemantuan Kemajuan Sekolah bagi Pengawas Sekolah yang dilakukan oleh Pemda Maros bekerjasama dengan USAID PRIORITAS, Selasa (24/5/2016)

“Saya sangat mendukung program peningkatan kualitas  pengawas seperti ini karena  terkait langsung dengan peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan,” kata Hatta Rahman.

Di hadapan 73 peserta pelatihan yang kebanyakan merupakan pengawas sekolah dasar dan menengah Maros, bupati menyatakan bahwa para pendidik harus melakukan banyak kreasi dan inovasi, tanggap terhadap kebutuhan dan permasalahan yang ada di sekolah.

“Kita tidak bisa mengejar negara maju dengan berlari dengan kecepatan yang sama, pasti akan terus ketinggalan. Pendidik harus melakukan lompatan-lompatan kreatif agar pendidikan semakin maju,” harapnya.

Pada pelatihan yang dilakukan di Hotel Transit II ini, bupati juga menyatakan komitmennya  menggunakan dana APBD untuk melanjutkan program pendidikan USAID PRIORITAS yang berlangsung sejak akhir  2013 dan direncanakan berakhir tahun 2017. “Yang dilatih harus betul-betul mengimplementasikan. Kalau tidak, berarti itu dosa melanggar amanah,” ujarnya.

Bahkan untuk meningkatkan mutu SDM Maros, bupati Juga berencana bekerjasama dengan kursus-kursus ketrampilan dan akan digratiskan bagi yang warga Maros yang membutuhkan. “Kita memerlukan  pendidikan berkualitas dan keterampilan yang memadai untuk menghadapi MEA dan arus globalisasi,” ujarnya.

Modul yang dilatihkan pada para pengawas di Maros ini merupakan modul baru. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Maros, Ashar Paduppa, dipilihnya Maros diantara kabupaten-kabupaten mitra USAID PRIORITAS dari tujuh provinsi di Indonesia untuk pelatihan menggunakan modul baru ini  menunjukkan pencapaian yang dihasilkan Maros dalam program pendidikan yang dikerjasamakan dengan USAID PRIORITAS.

“Berkat program USAID PRIORITAS, kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah di Maros meningkat. Demikian juga partisipasi masyarakat membantu  sekolah,” ujarnya memberikan sambutan.

Handoko Widagdo, Spesialis Pengembangan Sekolah USAID PRIORITAS Jakarta, menyatakan  bahwa  dengan modul baru ini para pengawas yang dilatih saat mengawas diharap nanti tidak cuma mencari data dan informasi, tapi benar-benar bisa memberikan solusi masalah-masalah di sekolah, mendorong inovasi dan menyebarkan inovasi tersebut dan praktik baik ke sekolah lain.

Modul yang dilatihkan terdiri dari beberapa pembahasan; pembelajaran aktif, budaya baca, dan manajemen berbasis sekolah.

Pelatihan akan dilaksanakan selama dua hari (24-25 Mei). Para pengawas tidak hanya dilatih secara konsep, mereka juga langsung praktik mengawasi dan menilai pembelajaran di tujuh sekolah di Maros. Hadir juga dalam pelatihan spesialis-spesialis USAID PRIORITAS dari tujuh provinsi mitra USAID PRIORITAS dan juga perwakilan dari UNM dan UIN Alauddin.

Mustajib | Citizen reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *