Pengurus-Alumni UKM LIMA Bahas Pengembangan Lembaga Bersama Pimpinan UIN Alauddin

Pengurus dan Alumni UKM LIMA berfoto bersama dengan pimpinan kampus, Senin (30/5/2016) | Dok

Pengurus dan Alumni UKM LIMA berfoto bersama dengan pimpinan kampus, Senin (30/5/2016) | Dok

Gowa, LiputanLIMA.com – Sejumlah pengurus dan alumni UKM LIMA menemui pimpinan kampus UIN Alauddin. Pertemuan itu membahas beberapa hal terkait pengembangan lembaga pers mahasiswa yang kini berusia 31 tahun tersebut, Senin (30/5/2016).

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof St Aisyah Kara mewakili Rektor menyambut hangat kedatangan pengurus dan alumni di ruang Rektor lantai III gedung Rektorat.

Dalam pertemuan tersebut, pimpinan umum UKM LIMA, Asrullah, membahas peran lembaga untuk mengawal cita-cita UIN Alauddin menjadi kampus peradaban. Hanya saja, kata Asrullah, untuk memaksimalkan hal itu, birokrasi harus memperhatikan beberapa hal.

“Terutama soal fasilitas lembaga kemahasiswaan, serta kecukupan anggaran,” terang mahasiswa jurusan Ilmu Politik itu.

Saat ini, sambung Asrullah, UKM LIMA beraktifitas dengan keterbatasan anggaran. Padahal, jika dibandingkan dengan beberapa kampus negeri terutama di Sulsel, lembaga kemahasiswaan serupa punya anggaran yang bahkan tiga kali lipat lebih banyak dari UKM LIMA.

Apalagi saat ini lembaga tersebut akan mengembangkan bidang baru yakni video jurnalistik. Selama ini, UKM LIMA memang hanya menggunakan media cetak berbentuk tabloid bernama Washilah dan elektronik yang bisa diakses pada alamat www.washilah.com.

Pengembangan bidang tersebut dilakukan untuk menjawab perkembangan dunia kejurnalistikan saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Prof St Aisyah Kara secara tegas akan mewujudkan keinginan tersebut. Ia pun mengakui kalau peran UKM LIMA dengan medianya Washilah punya peran yang sangat besar.

“Diantara semua organisasi mahasiswa, UKM LIMA mengemban peran yang besar, karena merupakan lembaga pengembangan intelektual,” terang dia.

“Tak usah pikirkan anggaran, berkarya saja yang kreatif. Kami akan bantu, selama itu memberikan dampak yang besar untuk kemajuan UIN Alauddin,” kata Prof St Aisyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *