Nilai Kebangsaan Terkikis, Perang Proksimal-Hybrid Bermunculan

IMG-20160618-WA0002

Pangdam, Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus SB | Dok

Makassar, LiputanLIMA.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 66, Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Wirabuana gelar sarasehan, di Aula Pertemuan Kodam VII/Wirabuana, jalan Urip Sumaharjo Makassar, Jum’at (17/6/2016).

Sarasehan yang mengusung tema, ‘Kodam VII/Wirabuana Dulu, Kini dan Masa Depan dan Tentara Sahabat Rakyat’, dihadiri oleh pakar sejarah bersama petinggi kodam VII/Wirabuana, tenaga pengajar dari beberapa universitas, tokoh masyarakat dan generasi muda dari kalangan mahasiswa.

Momentum ini digelar dalam rangka menyambut HUT Kodam. “Kita membuat sebuah sarasehan untuk melihat peranan Kodam VII/Wirabuana di Sulawesi Selatan pada perspektif sejarah,” jelas Panglima Daerah Militer (Pangdam) VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus SB.

Mayor Jendral (Mayjen) Agus SB menjelaskan bahwa sejarah banyak terkandung nilai-nilai kebangsaan yang sekarang banyak hilang akibat goresan perubahan yang dikikis oleh perkembangan globalisasi.

Perubahan yang sangat jelas dirasakan, kata Agus adalah ancaman, sehingga ada perang proksimal dan perang hybrid dan untuk menghadapi itu Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus mempersiapkan diri.

Selain itu, terkait tema, ia menjelaskan bahwa dulu hingga sekarang yang selalu membantu menyelesaikan masalah dikalangan anggota TNI itu dari Masyarakat. Sehingga TNI sekarang dituntut untuk memiliki kecerdasan moral dan intelektual.

“Orang hebat kalah dengan orang cerdas yang mampu menghadapi dinamika perubahan,” beber Pangdam.

Dimaksud dinamika perubahan adalah mampu menyingkirkan penyakit sosial masyarakat, narkoba, LGBT dan tindak kekerasan, dimana nilai-nilai agama tidak lagi jadi pertimbangan.

“Jadi kita mencerahkan masyarakat guna menciptakan indonesia yang aman dari ancaman-ancaman perubahan,” tegasnya diakhir.

(Saefullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *