Borjuis Fc Unibos Gelar Dialog Soal Perda Syariah

Dok

Dok

Makassar, LiputanLIMA.com – Dialog publik bertema ‘Perda Syariah: Toleransi atau Diskriminasi’ digelar organisasi mahasiswa Borjuis Fc Universitas Bosowa di warkop Bundu, Kamis (23/6/2016). Beragam kalangan hadir dalam dialog tersebut.

Adalah Dr Fadli A Natsif, Dosen filsafat Hukum UIN Alauddin Makassar, dan Zainul Alim, praktisi Hukum yang menjadi pembicara dalam kegiatan itu. Mereka bergantian memaparkan pandangannya.

Dalam kesempatan itu, Zainul Alim, menilai bahwa apa yang selama ini masyarakat lihat terkait Perda atau Peraturan Daerah Syariah itu keliru.

“Tidak ada istilah perda syariah, yang ada itu perda kabupaten/kota dan perda provinsi, dan tidak semua perda yang kita nilai sebagai Perda syariah itu sifatnya diskriminatif. Kecuali, pelarangan menjual di siang hari pas ramadhan, itu menurut saya tidak toleran,” kata dia.

Sebaliknya, Perda tersebut lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hal itulah yang diungkapkan Dr Fadli A Natsif.

“Perda itu lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga setiap Perda seharusnya bukan menimbulkan masalah tetapi menjawab masalah,” tegas Fadli.

Citizen Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *