Nurhady Simorok Paparkan Materi Etnografi Sejarah di Hari ke Dua PJTLN Washilah

Nurhady Simorok saat memaparkan materi etnografi sejarah pada acara PJTLN UKM LIMA Washilah, Selasa (11/10/2016). Rul

Nurhady Simorok saat memaparkan materi etnografi sejarah pada acara PJTLN UKM LIMA Washilah, Selasa (11/10/2016). Rul

LiputanLIMA.com- Memasuki hari kedua pelaksanaan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) UKM LIMA Washilah, Nurhady Simorok hadir dengan membawakan materi Etnografi Sejarah, Selasa (11/10/2016) yang berlangsung di gedung PAUD jalan Adyaksa, Makassar.

Dihadapan para peserta, Nurhady menjelaskan tentang kesalahan mindset kebanyakan orang dalam memahami sejarah dan menyikapi benda pusaka.

“Indonesia sudah mengorupsi sejarahnya di dalam buku Sejarah yang ada di Sekolah. Semua mindset kita terhadap cerita-cerita sejarah yang bersumber pada buku SD, SMP, dan SMA harus diperbaiki. Banyak hal yang harus dijelaskan tapi justru tidak dijelaskan di dalamnya,” jelasnya.

“Mereka mengeramatkan benda pusaka tanpa mengetahui seberapa terpengaruhnya manusia modern saat ini padanya. Dalam Etnografi Sejarah, benda pusaka seperti itu harusnya diteliti bagaimana bisa ia berada di tempat itu, dibuat oleh siapa dan untuk apa, dipakai oleh siapa, dan sebagainya.” tambahnya lagi.

Sementara itu menurut ketua Panitia PJTLN Washilah, Nurfadillah Bahar mengungkapkan bahwa kegiatan yang berlangsung dihari kedua ini akan diisi oleh tiga materi.

“Kami juga berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini UKM LIMA Washilah bisa dikenal oleh seluruh Lembaga Pers Mahasiswa di seluruh Indonesia,” jelas wanita berkacamata itu. (Rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *