Danny Pomanto, Ahok, dan Risma Dipanggil BI Bahas Penguatan Ekonomi Regional

BI

BI | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto diundang memberi kontribusi pemikiran merumuskan penguatan ekonomi regional.

Kali ini, Danny sapaan karib Walikota Makassar diminta hadir memberi pandangan terkait kebijakan pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur perkotaan,  terobosan dan perbaikan tata kelola untuk menciptakan efisiensi dan pertumbuhan perekonomian pada Rapat Kordinasi (Rakor) Pemerintah Pusat, Daerah dan Bank Indonesia di gedung Thamrin Lt. 4 Function Room, Kompleks perkantoran BI, Jakarta, (2/06).

Pertemuan ini terbilang cukup bergengesi lantaran hanya 3 kepala daerah yang diundang yakni Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Danny Pomanto.

Sementara Rakor tersebut diikuti anggota dewan gubernur BI, menteri perdagangan, menteri komunikasi dan informatika, dan menteri PPN/kepala Bappenas.

Danny diharapkan memberi buah pikiran terhadap komitmen dan rencana ke depan dalam mewujudkan kota berketahanan iklim, bencana, berdaya saing dan cerdas (smart city).

Menurut Gubernur BI, Agus D.W. Martowardojo, Rakor ini dimaksudkan sebagai upaya peningkatan peran daerah dan dalam rangka penguatan perumusan kebijakan ekonomi regional.

Hal ini kata Agus akan berkontribusi khususnya terhadap pengembangan kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru serta program elektronisasi dalam rangka pengembangan kota cerdas.

“Rakor ini mendorong peningkatan daya saing perkotaan dan pengembangan pusat ekonomi baru sebagai penggerak ekonomi regional,” ucapnya.

Rakor ini sendiri merupakan rangkaian kegiatan rapat evaluasi ekonomi dan keuangan daerah (REKDA) triwulan guna memperkuat sinergitas kebijakan BI dan pemerintah bagi penguatan ekonomi regional.

Di Makassar sendiri, tahun ini dicanangkan sebagai tahun infrastruktur, dan penghijauan. Pembangunan infrastruktur dibarengkan dengan penghijauan untuk memberikan ketahanan terhadap lingkungan.

“Penataan pedistrian kawasan perkotaan baik di lingkungan bisnis maupun pemukiman menjadi salah satu upaya pemerintah kota dalam menjalankan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Ini juga menghindarkan warga dari ancaman banjir,” sebut Danny, Rabu, (2/06).

Untuk mengembangkan kawasan ekonomi baru, dibangun Pusat Grosir Daya yang berada di jantung kecamatan Biringkanaya tak jauh dari Terminal Regional Daya dan Pasar Daya yang telah lebih dahulu hadir melayani kebutuhan ekonomi warga.

Di bidang infrastruktur transportasi, pemerintah kota Makassar mempersiapkan pembangunan jembatan layang (fly over) untuk mempermudah akses jalan menuju Sekolah Tinggi Transportasi Terpadu, yang berlokasi di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya.

Jembatan layang itu juga didesain tembus ke Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin dan juga  Pelabuhan Baru (New Port) di Kecamatan Tallo. Pembangunannya membutuhkan lahan seluas 11 hektar dengan lebar jalan 50 meter.

Sementara itu, di program Smart City, selain meluncurkan Smart Card, dan Makassar Smart Student, Danny telah menerapkan program elektronifikasi dalam sistem pembayaran berbasis non tunai untuk empat jenis pajak yaitu hotel, restoran, parkir palang pintu, dan hiburan.

Hingga saat ini ada 180-an titik yang telah terpasang alat dan perangkat sistem pembayaran elektronik ini yang diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam pembayaran pajak.

(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *