Mutiara Jumat: Abu Bakar dan Inspirasi Anti Korupsi.

Ilustrasi | Int

Ilustrasi | Int

Oleh: Arum Spink

Hari ini adalah hari ketiga saya mengikuti TOT Tunas Integritas yang dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Bersama lima orang anggota DPRD mewakili komisinya masing-masing dan pejabat di lingkup Pemprov Sulsel, saya termasuk peserta yang mewakili Badan Anggaran.

Sebagai tunas integritas, kami dilatih dan diajarkan melakukan internalisasi integritas terhadap seluruh gerak dan langkah kami sebagai pemerintah daerah. Kami digugah agar bisa mewujudkan makna leadership yang kuat sebagai bagian terpenting dalam pemberantasan korupsi. Dimulai dengan hidup sederhana, jujur dan konsistensi tinggi.

Sejumlah game, analogi dan suplement pelatihan diturunkan yang pada pokoknya mengajak kami untuk tidak saja mengetahui tapi juga melaksanakan apa yang kami ketahui. Makna sadar dan kesadaran betul-betul dibumikan di sini. Dalam bahasa yang lebih tegas lagi, distimulus untuk mengetahui diri kami.

Tak ketinggalan sejumlah kisah dari tokoh yang menginspirasi diceritakan di sini. Bagaimana Bung Hatta selain dikenal sebagai bapak koperasi juga dicap sebagai bapak integritas yang dalam perjalanannya sebagai Wakil Presiden kala itu, tidak menyampaikan kepada istrinya bahwa besok, nilai mata uang akan dikurangi.

Korupsi memang telah menjadi masalah besar di bangsa ini. Bahkan, seperti kesimpulan, hal ini telah membudaya sampai di level masyarakat terbawah. Karena dikategorikan sebagai extra ordinari crime maka pemberantasannya pun harus luar biasa. Demikian KPK memberikan kesimpulan.

Masih menurut KPK, bahwa pemberantasan ini juga bertumpu pada leadership yang kuat. Saya menerjemahkan kata leadership dalam masalah ini sebagai adanya keinginan kuat sang pemimpin untuk menunjukkan sikap ketauladanan dan itu dimulai dari dirinya sendiri. Ikat pinggang ternyata bisa berdiri jika kita memegangnya dari atas.

Jika melihat sejarah Islam, bertebaran sejumlah Sahabat yang telah menunjukkan tauladan dan inspirasi itu. Di bawah ini saya akan menceritakan bagaimana Abu Bakar sukses mengikuti tuntutan Rasulullah. Kita? Kisah ini saya kutip dari Muhlisin dalam situs bersamadakwah.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dikenal sebagai sosok yang gagah, kuat, dan tangguh. Namun, hari itu tangisnya meledak saat utusan Aisyah radhiyallahu ‘anha mengantarkan seorang hamba sahaya dan seekor unta.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *