Sweet Seventeen Luwu Utara

Ilustrasi | Int

Ilustrasi | Int

Oleh: Muhammad Rajab

Manusialah yang memberi batasan atas segala sesuatu. Dikarenakan potensinya, manusia mampu memberi nama-nama atas segala sesuatu sesuai dengan kehendak dan kesepakatannya. Ini “ruang” dan ini “waktu” adalah satu bentuk batasan yang diberikan. Ini juga sudah menjadi fitrah, karena setiap manusia akan bertanya tentang segala sesuatu dari segi keAPAannya. Soal kemarin, hari ini dan esok, ini ukuran waktu relatif. Mengapa relatif? Karena sangat tergantung pada saat mana kita memandangnya.

Tetapi karena keterbatan manusia dengan ruang dan waktu itu, sehingga menjadi paten bahwa yang telah dilalui itu adalah kemarin karena selalu dihubungkan dengan keadaan dia hari ini. padahal kemari itu juga adalah hari ini saat kita melihatnya kemarin. Begitu dan seterusnya. Tapi, itulah manusia yang seringkali membuat batasan dan tidak jarang hanya berhenti dibatasan yang dibuatnya sendiri tanpa berusaha menerobos sesuatu yang lebih besar dibalik batasan itu.

“hari ini Kabupaten Luwu Utara telah menginjakkan usianya yang ke tujuhbelas. Dalam ukuran usia manusia ada istilah sweetseventeen. Ini menunjukkan bahwa Luwu Utara dalam usianya yang demikian harus lebih mampu menunjukkan kemajuannya yang lebih berarti. Dan usia tujuhbelas ini bertepatan dengan Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan, Indah Putri Indriani,” Kata Pak Gubernur SYL dalam sambutannya dihadapan ribuan peserta upacara peringatan.

Momentum HUT Luwu Utara yang ketujuh belas ini menjadi yang pertama bagi Bupati perempuan pertama di Sulsel ini dalam mengemban amanah sebagai Bupati. Banyak hal yang berbeda dari peringatan tahun-tahun sebelumnya. Kemeriahan dan partisipasi masyarakat yang begitu antusias dalam menyambut ulang tahun kabupatennya begitu semarak. Berbagai kegiatan lomba diadakan, kegiatan seni dipertunjukkan bahkan turut meramaikan kedatangan artis ibu kota yang membuat kemeriahan menjadi begitu tinggi.

Pada puncak peringatan HUT Luwu Utara pada 27 april 2016, dalam konteks Sulawesi Selatan kelihatan begitu lengkap. Setidaknya puncak kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulsel tanpa mewakilkannya pada yang lain, Ketua DPRD Sulsel, dan tak lupa yang menjadi sorotan adalah mantan Bupati Luwu Utara Bapak H. Arifin Junaedi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *