HMI Dalam Pusaran Rezim Jokowi (Ada Apa Yaa?)

HMI | Int

HMI | Int

Oleh: Akbar

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah banyak tercatat dalam sejarah Indonesia sejak lahirnya dua tahun setelah proklamasi kemerdekaan 04 Februari 1947 yang didirikan oleh ayahanda Prof. Dr. Lafran Pane yang telah melewati beberapa tantangan besar hingga PKI ingin membubarkan HMI namun tak mampu juga.

Peran fisik pun HMI telah melaluinya hingga kejar-kejaran masuk hutan untuk mempertahankan keutuhan NKRI, olehnya itu Jenderal Soedirman mengatakan kalau ingin bubarkan HMI langkahi dulu mayatku karena HMI bukan hanya himpunan mahasiswa islam tapi juga harapan masyarakat indonesia.

HMI juga telah banyak melahirkan kader-kadernya sebagai tokoh nasional yang berkontribusi banyak terhadap bangsa Indonesia sebut saja Akbar Tandjung, Hamsah Haz, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Hamdan Zoelva, Anis Baswedan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kader dari HMI telah berkiprah tersebar luas senunasantara di berbagai institusi di negeri ini baik Ormas maupun Orpol, semua orpol dan ormas telah ada kader HMI yang berkiprah didalamnya, NU, Muhammadiyah, MUI maupun FPI.

Sejak rezim Jokowi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sudah dua kali mendapat berita tidak sedap, kongres baru-baru ini yang berlangsung di pekanbaru riau HMI kembali mendapat cacian dari berbagai pihak akibat beberapa media yang tidak berimbang pemberitaannya.

Namun, yang membuat HMI dan Alumni HMI (KAHMI) geram akhir-akhir ini dengan munculnya pernyataan salah satu pimpinan KPK Saut Situmorang pada acara talkshow tv one beberapa waktu lalu yang menghina HMI secara umum “Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau HMI minimal LK 1, tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat” pernyataan Saut Situmorang ini yang telah menggenaralkan kader HMI membuat seluruh lapisan kader dan alumni senusantara.

Saut Situmorang, yang mengaitkan seorang koruptor dengan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) beberapa waktu lalu di salah satu acara televisi stasiun swasta pernyataan itu memang sangat tidak etik dan telah mengabaikan kode etik KPK itu sendiri.

Seyogyanya sebagai pejabat publik, Saut Situmorang tidak mengeluarkan pernyataan seperti itu. Apalagi secara publik luas di media massa yang menyinggung organisasi atau kelompok.

Kata-kata Saut yang mengaitkan pelaku kejahatan khususnya korupsi dengan organisasi apalagi keagamaan adalah berbahaya. Generalisasi tentang kejahatan adalah kejahatan itu sendiri terlebih jika organisasi atau kelompok itu bersifat keagamaan seperti HMI.

Maka pernyataan Saut Situmorang bisa dianggap memasuki wilayah SARA yang sensitif. Jika kita analisis peryataannya Saut Situmorang secara tidak langsung mengatakan bahwa semua lembaga kader kemahasiswaan pencetak koruptor dan jahat jika jadi pejabat.

Selain itu, pernyataan Saut selain tidak etis juga bersifat tak adil. Sebab ia tidak menyebut koruptor dari organisasi/ kelompok-kelompok lain yang justru banyak, baik kuantitatif maupun kualitatif.

Karenanya wajar jika para kader dan alumni HMI dan semua pihak yang ingin menjaga nama baik keluarga besar Hijau Hitam memprotesnya, tidak ada jalan lain dari kekeliruan tersebut, kecuali Saut Situmorang meminta maaf secara luas kepada HMI dan KAHMI serta berani bertanggung jawab dengan berani untuk mundur dari jabatannya. Jika tidak maka biarlah hukum dan keadilan yang berbicara.

IMG-20160508-WA0002Penulis merupakan Demisioner PTKP HMI Kom Ahmad Dahlan/Ketua Carateker HMI Kom. FAI Unismuh

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *