Pertahanan Rakyat Semesta

liputanlima

Oleh: Muhammad Rajab

“Kita harus membuat pertahanan rakyat semesta dalam menghadapi serangan penyalahgunaan narkoba. Pertahanan rakyat semesta ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terjerumus ke dalam jurang hitam penyalahgunaan narkoba.

Disamping itu juga membangun komitmen untuk menolak segala bujuk rayu dalam mencoba-coba mengkonsumsi narkoba. Ada dua agenda lanjutan yang akan kita persiapkan yakni Fokus Grup Diskusi (FGD) dan pelatihan satgas anti narkoba yang mewakili tiap-tiap kabupaten/kota se Sulsel” begitu penjelasan Ibu Ketua DPW NasDem Sulsel, Jeanette, dan kami terbiasa memanggilnya dengan kaka Janet.

Sebagai pemegang tampuk kekuasaan tertinggi partai di tingkat provinsi, mungkin banyangan banyak pihak bahwa beliau akan menjaga wibawa setinggi-tingginya berkenaan dengan jabatan yang dipegangnya. Namun, sebagaimana kebiasaan beliau dalam urusan penampilan apa adanya, celana jeans berpadu dengan baju kaos yang identik dengan nasdem.

Dalam berinteraksi sehari-hari dengan berbagai lapisan dan kelompok masyarakat beliau tetap dengan penampilannya yang apa adanya. Tapi, kesan penting dari beliau adalah bahwa beliau seorang pekerja keras dan sangat detail.

Partai NasDem dibawah kepemimpinan beliau, kegiatan pertama yang diinisiasi bertajuk : Deklarasi NasDem anti Narkoba. Pro dan kontra atas inisiasi ini lahir di masyarakat, sebagai mengapresiasi dan tidak jarang juga mencibir. Bahkan ada yang sampai melontarkan kalimat : Ini hanya sekedar pencitraan partai saja, setelah ini tidak akan ada lagi aksi lanjutan deklarasinya.

Posimisme sebagian kalangan tidak dijawab melalui kata-kata balasan, namun beliau memberikan jawaban melalui aksi lanjutan dari kegiatan deklarasi tersebut. Setelah deklarasi, akan adalagi kegiatan Fokus Grup Diskusi dan Pelatihan Satgas Anti Narkoba. Dua rencana kegiatan susulan ini, tentu saja menunjukkan keseriusan beliau dalam menggerakkan partai ini untuk berkontribusi bagi menusia dan kemanusiaan.

Mengapa pertahanan rakyat semesta ini dibutuhkan sebagai sebuah gerakan kepedualian atas penyalahgunaan narkoba?

Sulawesi Selatan menjadi pasar empuk peredaran barang haram itu. Berdasarkan penelitian pecandu narkoba di tahun 2015 diprediksi mencapai angka 128 ribu orang. Sementara BNN Provinsi Sulsel merehabilitasi 1.280 pecandu dalam setahun terakhir ini. Penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan tersebar mulai pusat kota sampai pelosok desa.

Buktinya, 1,19 persen dari jumlah yang terjaring merupakan petani. Sedangkan pecandu narkoba didominasi wiraswasta dengan persentase 21,47 persen. Disusul pengangguran, karyawan, mahasiswa/pelajar, wanita penghibur, buruh, ibu rumah tangga, sopir, PNS, TNI, dan sejumlah profesi lain. Berdasarkan data BNN, korban sebagian besar berusia 17-41 tahun (86,19 persen). Ironisnya, kalangan anak di bawah umur, yakni 12-16 tahun, pun ikut terjerat (5,72 persen). Dan juga tercatat pecandu dari kalangan umur 42-57 sebesar 1,49 persen.

Berdasarkan data yang dilansir di atas menunjukkan betapa daya jelajah Narkoba tidak hanya menyentuh satu golongan dan kelas sosial tertentu, namun juga merasuk ke dalam kelompok masyarakat yang paling di bawah. Kondisi ini membutuhkan kesaling bergandengan tangan dari semua pihak yang peduli dengan masa depan generasi dan bangsanya.

Betapa tidak, 86,19 persen pengguna narkoba adalah mereka yang berusia 17-41 tahun. Mereka yang masih status generasi muda, generasi penerus dan generasi pelanjut.

Saya teringat dengan cerita Viktor Leiskodat tentang bagaimana Inggris berusaha untuk menguasai Cina. Ketika tentara Inggris menyerang Cina dengan pasukan terlatih dan persenjataan yang modern ketimbang cina, dibunuh satu pasukan, muncul lagi pasukan yang lainnya.

Begitu dan seterusnya, sehingga, Inggris merubah taktik untuk melumpuhkan Cina, dengan cara mengirimkan candu dan kokain untuk meninabobokan mereka. Dan dengan itu pasukan Inggris mampu menguasai Cina.

Pertahanan rakyat semesta menjadi kontribusi kecil dari NasDem atas masa depan generasi dan Bangsanya.

Penulis merupakan anggota DPRD Provinsi Sulsel

Penulis merupakan anggota DPRD Provinsi Sulsel

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *