Khutbah Ramadhan

Ilustrasi | Int

Ilustrasi | Int

Oleh: Arum Spink

Saya bersyukur kepada Allah karena kembali dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini. Ini adalah nikmat tak terkira__ Alhamdulillah. “Betapa celakanya saya, kalau di bulan ini tak menemukan ampunan atas noda dan dosa yang telah memberatkan punggung” Ujarku dalam hati

Sebelum catatan ini saya kirimkan kepada redaksi, saya disibukkan dengan merekam suara untuk keperluan pembuatan spot iklan ucapan menjelang buka puasa di salah satu radio swasta di Kabupaten Bulukumba. Salah satu point yang saya sebutkan dalam spot iklan itu adalah anjuran untuk berhenti saja berpuasa jika dendam masih terpelihara. Atau masih saja tak berhenti memaki dan menggibah. Atau berpuasa tapi hati tetap saja menyimpan kedengkian yang sangat.

Saya menyebut dan mengetengahkan ini semata-mata karena refleksi saja. Ini untuk Saya dan semoga untuk bermanfaat untuk orang lain. Saya ngeri terhadap diri sendiri dan sekali lagi untuk orang lain jika puasanya lancar tapi tetap saja akhlaknya tak ditinggikan.

Puasa yang dalam sebuah istilah bukannya membuat ketinggian perilaku dan kemuliaan akhlak tapi malah hanya berada di kubangan lumpur.
Khusus untuk Ramadhan ini, saya akan menulis essey-essey ramadhan dan menguploadnya setiap hari.

Temanya terkait apa yang saya tangkap sebagai sebuah fenomena dan yang berhubungan dengan syahrusshiyam. Di dalamnya ada refleksi, hikmah, kisah dan tentu kalimat-kalimat perintah yang berdasar pada teks-teks Alquran dan hadits.

Saya melakukannya dengan sebuah harap agar waktu demi waktu bisa bermakna. Karena saya meyakininya sebagai sebuah kebajikan, maka insya Allah akan berbuah pahala. Beginilah caraku. Saya juga yakin pembaca punya punya cara. Kita berlomba saja dengan cara kita masing-masing mendekati__meraih cinta Ilahi.

Sebagai catatan perdana, saya akan mengawalinya dengan mengetengahkan khutbah Rasulullah menjelang bulan Ramadhan. Khutbah ini diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib.

“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *