Puasa Mata

Ilistrasi | Int

Ilistrasi | Int

Oleh: Arum Spink

Dr. A’id Abdullah Al Qarni menuliskan bahwa mereka yang tidak memelihara pandangan matanya dari yang tidak dibenarkan, maka ia akan mendapatkan empat musibah berikut ini:

Pertama, hatinya resah dan merintih karena matanya melihat apa saja tanpa tekendali. Hatinya menjadi bercerai berai di setiap lembah dan hancur berantakan di setiap tempat sehingga tidak pernah stabil dan tenang.

Kedua, jiwanya menjadi lelah dan merasa karena matanya melihat tapi tidak mendapatkan manfaat sedikit pun. Karena diri manusia itu bisa tertarik dengan sesuatu yang ia lihat.

Ketiga, ibadahnya menjadi hampa dan manisnya ketaatan menjadi hilang darinya. Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman dan keyakinan kecuali dengan menundukkan pandangan.

Keempat, ia akan beroleh dosa yang besar sebagai hukumna dari pandangan matanya yang melihat pemandangan haram dan keji, kecuali pandangan yang tidak disengaja dan langsung dipalingkan.

Mata adalah jendela hati, ia juga pintu bagi jiwa. Kebaikan dan keindahan, maupun kemungkaran dan kejengkelan, sama-sama dapat masuk ke dalam hati dan jiwa melalui mata. Rasulullah bersabda,”Tundukkanlah pandanganmu”

Apabila telah datang Ramadhan, mintalah mata untuk ikut berpuasa sebagai wujud ketaatan kepada Allah yang Maha Hidup dan Maha Mengurus makhluk-Nya. Rasa lapar memang membantu seseorang untuk mengendalikan pandangannya dari hal-hal yang dapat merusak dirinya di mata Allah SWT.

Sebagian orang yang berpuasa, hanya mempuasakan perutnya dari makanan dan minuman tapi matanya tetap tidak dibendungnya dari melihat yang haram. Orang seperti ini tidak mengetahui hakikat puasa yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *