Jujur; Pribadi Ramadhan

Ilustrasi | Int

Ilustrasi | Int

Oleh: Arum Spink

Setelah menyantap buka puasa di kantor DPW NasDem Sulawesi Selatan, saya bergegas menuju jalan Rusa. Masjid depan Kedai Papa Ong menjadi tujuan.  Untuk shalat isya dan mendengarkan ceramah Ramadhan. Saya sengajan memilih masjid ini, agar dekat dengan destinasi berikutnya.__Papa Ong. Saya memenuhi undangan silaturahim oleh sejumlah senior dan kolega. Ini malam ke tujuh Ramadhan.

Catatan kali ini berisikan intisari ceramah di masjid tersebut yang malam itu disampaikan guru besar UIN ALaudin Makassar, Prof. Dr.  Ahmad Sewang. Sekitar 20 menit sang Pakar sejarawan Islam ini di atas mimbar, mengulas puasa dan kaitannya dengan pembangunan karakter manusia. Diulasnya nilai kejujuran sebagai produk penting ibadah puasa, yang seharusnya melekat kepada alumni-alaumni Ramadhan. Lalu dibuktikannya setelah Ramadhan berlalu.

Pak Prof. memulai tauziyahnya dengan menghitung usianya. Saat ini, ia telah beranjak ke usia 65 tahun. Disebutnya bahwa angka usianya tersebut juga menjadi jumlah perjumpaannya dengan bulan Ramadhan. Lalu Pak Prof melemparkan pernyataan yang sama terkait usia masing-masing ke jamaah masjid. Di akhirinya dengan sebuah pertanyaan, “ Lalu sifat-sifat apa yang mewujud dari sekian kali Ramadhan itu ?”

”Apakah engkau tahu siapa orang yang bangkrut itu ?” Demikian Prof.  Ahmad mengutip hadits Nabi. Prof. Ahmad mengingatkan kembali hadist yang begitu popular. Seperti dalam dialog tersebut antara Rasulullah dengan sahabat. Rasulullah mengingatkan hakikat kebangkrutan tatkala di akhirat kita datang membawa pahala shalat tapi di saat bersamaan ada darah saudara kita yang ditumpahkan. Puncaknya, tatkala kebaikan kita sudah diambil orang lain dan tak bersisa lagi, maka kejahatan orang lain akan diserahkan ke kita. Betul-betul kebangkrutan yang nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *