Puasa Telinga

Ilustrasi | Int

Ilustrasi | Int

Oleh: Arum Spink

Ternyata, telinga adalah pembeda antara kita dan binatang. Ketika telinga tak lagi berfungsi, maka saat itu, nilai kemanusiaan kita telah bergeser. Berikut ini, saya ketengahkan beberapa ayat yang berkenaan dengan telinga, atau pendengaran manusia.

“Dan sungguh Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesa lagi. Mereka itulah orang yang lalai” QS. Al A’raf {7}:179.

“Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak.” QS. Al Furqan {25}44.

“Dan pabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran (Alquran) yang telah mereka ketahui… QS. Al Maidah {5}:83

Puasa telinga adalah tidak atau berhenti mendengarkan kata-kata tidak bermanfaat, cabul, kotor, celaan dari sesuatu yang dapat mengundang murka Allah SWT. Telinga untuk mendengar, akan menjadi salah satu bagian tubuh yang akan mempertanggungjawabkan keberadaannya jikalau selama di dunia memalingkan dari mendengarkan kebenaran. “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan,, dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” QS. Al Isra {17}:36.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *