Hartamu; Bawalah Hingga Mati….!

unduhan

Ilustrasi | Int

Oleh: Arum Spink

Di group WA, saya mendapati sejumlah kiriman tulisan, essay, artikel dan kalimat-kalimat hikmah. Dibanding percakapan-percakapan di group-group WA itu,  saya lebih tertarik dengan kiriman-kiriman yang mengandung pencerahan ini. Saat ini, saya terdaftar  di sedikitnya 22 group.  Dengan ragam latar belakang. Mulai komunitas status hingga hobby.

Jika menarik, segera saya mengcopynya, lalu menyimpannya dalam aplikasi Colornote di ponsel pintarku.  Catatan-catatan ini menjadi bacaan di kala suntuk, kebanyakan menjadi supplement  tatkala menjadi pembicara dan menjadi referensi dalam sejumlah catatan-catatan harianku.  Sayang jika hanya tersimpan di file dan tidak diteruskan.

Berikut ini, saya bagikan dua kiriman-kiriman hikmah tersebut. Ini tentang sedekah dan bagaimana harta diperlakukan.  Bagaimana jika saja orang mati diberi kesempatan sekali lagi untuk hidup ? Lalu mungkin kita dengar ungkapan, “harta tak dibawa mati”. Silahkan dicaba saja hikmah-hikmah tersebut. Saya lengkapi dengan sejumlah ayat dan hadits di akhir tulisan. Semoga  menjadi inspirasi ramadhan dan semakin giat berbagi…

Kenapa Seorang Mayit   “BERSEDEKAH” Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?

Sebagaimana firman Allah:”Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…” {QS. Al Munafiqun: 10} Kenapa dia tdk mengatakan,”Maka aku dapat melaksanakan umroh” atau”Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa”dll

Berkata para ulama,”Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal…Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya…

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,”Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad)

Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yg sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya”. (HR. Bukhari & Muslim)
[14/6 18.40]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *