Proyek Kebangsaan

Ilustrasi | Int

Ilustrasi | Int

Oleh: Andi Muhammad Irfan AB

Tiga Pekan lalu ada dua peristiwa penting yang terjadi dinegeri ini. Penting karena membicarakan masa depan bangsa – dan yang membicarakannya adalah Organisasi dan Orang yang berpengaruh di Republik ini.

Peristiwa Pertama adalah Orasi Megawati Soekarno Putri saat penganugerahan gelar doktor Honoris Causa (Dr. HC) dari Universitas Padjajaran Bandung. Megawati membawakan orasi politik bertajuk “Bernegara dengan Satu Keyakinan Ideologi”.

Menurutnya tahun 2019 adalah momentum lahirnya generasi baru Indonesia. Namun demikian hendaknya generasi baru tersebut jangan melupakan sejarah (Jasmerah). – Megawati tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya bangsa ini jika berada ditangan generasi baru yang ahistoris.

Seorang Politisi sekaliber Megawati berbicara soal generasi baru tentu sesuatu yang menggembirakan dan memberi optimisme baru bagi Masa depan Indonesia.

Peristiwa Kedua adalah Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan yang diselenggarakan Oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jogyakarta. Konvensi yang dihadiri oleh 500 kader dan Pengurus Muhammadiyah dari Seluruh wilayah Indonesia. Pandangan kebangsaan Indonesia Berkemajuan disampaikan oleh para ahli dan praktisi.

Konvensi Bertema “Jalan Perubahan Membangun Daya Saing Bangsa”. Konvensi merumuskan enam pokok pikiran mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia, Politik, Hukum, Ekonomi, budaya, hingga ketatanegaraan.

Haidar Nashir Ketua PP Muhammadiyah menegaskan bahwa konvensi ini baru permulaan. Hasil Konvensi akan dilanjutkan dengan kerja produktif untuk mencapai Indonesia berkemajuan.

Konvensi yang dilakukan oleh Muhammadiyah sebagai salah satu ormas yang banyak memberi kontribusi bagi dunia pendidikan dan kesehatan dinegeri ini tentu menjadi oase ditengah kering-kerontangnya kejernihan berfikir dinegeri ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *