Nasehat Untuk Bangsa

Imam Syamsi Ali (tengah). Dok

Imam Shamsi Ali (tengah). Dok

Oleh : Imam Shamsi Ali

Saya baca di berbagai sumber informasi bahwa umat Islam Indonesia akan melakukan aksi atau rally besar pada tanggal 4 Nopember ini. Tujuan utama dari aksi ini adalah memastikan bahwa “supremasi hukum” di negara ini tetap dihormati dan bahwa hukum ada di atas semua pihak, termasuk pejabat dan mereka yang dekat dengan pejabat.

Saya melihat gerakan ini perlu diapresiasi dan didukung. Tentu karena beberapa alasan:

Pertama: negara kita adalah negara demokrasi. Dan ekspresi kebebasan itu menjadi bagian alami dari demokrasi. Ole karenanya aksi 4 Nopember adalah terjemahan dekat dari demokrasi yang subur di negara ini.

Kedua: Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Kenyataan bahwa respon kepada sebuah pernyataan pejabat, non Muslim dari kalangan ras minoritas, dilakukan dengan cara demokrasi (demo) adalah ajib (mengagumkan). Bayangkan jika pelecehan terhadap agama itu dilakukan di negara-negara Muslim lainnya, seperti Timur Tengah atau Pakistan. Kita mungkin tidak bisa membayangkan konsekwensi apa yang telah/akan terjadi.

Ketiga: aksi ini bukan anti agama atau anti etnik dan ras lain. Melainkan respon terhadap pelecehan agama. Dan saya kira sebagai negara Pancasila yang menjunjung tinggi agama, semua warga negara yang sadar harus bersatu menentangnya. Pelecehan kepada sebuah agama adalah pelecehan kepada semua agama. Dan ini juga perlu disadari oleh umat Islam.

Keempat: aksi ini seharusnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan rakyat Indonesia. Alasannya sederhana tapi jelas dan tegas. Bahwa aksi ini dibangun di atas asas nasionalisme dan kecintaan kepada NKRI.

Kelima: bahwa aksi ini bisa digandengi oleh kepentingan politik mungkin wajar. Tapi hendaknya dilihat dengan pandangan dan “wider sense of judgment” (dihakimi dengan pandangan yang luwes). Aksi ini adalah kepedulian kepada kepentingan negara dan bangsa, NKRI dan Pancasila, serta nilai-nilai luhur kebangsaan. Yaitu penghormatan kepada “keagaman” (diversity) dengan menghormati sensitifitas semua kelompok, termasuk agama.

Keenam: aksi ini bukan aksi kelompok atau organisasi tertentu. Tapi aksi bersama umat, bahkan seharusnya aksi bersama bangsa. Oleh karenanya semua kelompok/golongan hendaknya mengambil partisipasi sebagai bagian dari kontribusi positif kepada bangsa dan agama.

Ketujuh: aksi ini juga merupakan komitmen anak-anak bangsa kepada supremasi hukum di negara ini. Bahwa semua, dari presiden hingga ke rakyat biasa sama di hadapan hukum. Oleh karenanya semua yang melanggar hukum harus diproses secara adil dan sungguh-sungguh. Menganak emaskan orang tertentu di hadapan hukum menjadi preseden yang sangat buruk masa depan bangsa. Kekhawatiran terburuk yang bisa terjadi adalah hilangnya kepercayaan masyatakat terhadap penegak hukum, dan menjadikan mereka bermain hakim sendiri.

Untuk maksud itu saya sangat mengharap sekaligus menasehatkan kepada semua pihak agar:

1. Tetap mengedepankan tujuan utama dari aksi ini. Yaitu untuk kepentingan bersama dalam membangun dan membesarkan bangsa dan negara. Oleh karenanya sucikan hati dan jiwa dari segala tendensi kepentingan pribadi/golongan.

2. Karena aksi ini bertujuan membela negara dan bangsa, hendaknya pihak pengamanan memberikan pengamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan aksi. Bukan justeru sebaliknya mengeluarkan pernyataan yang menggelitik sensitifitas sebagian orang. Apalagi dengan ancaman dan intimidasi.

3. Menghindari sebesar mungkin dari kemungkinan melakukan aksi apa saja yang dianggap melanggar aturan dan kepentingan umum. Apalagi aksi yang bersifat destruktif atau merusak. Pegangi bahwa tujuan aksi ini adalah untuk kebaikan dan hanya akan terapai dengan cara yang baik.

4. Antisipasi dan awasi kemungkinan adanya provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Koordinasi dekat dengan pihak pengamanan perlu dilakukan terus. Keamanan dan kenyamanan aksi ini adalah kewajiban bersama semua pihak.

5. Agar bernilai tambah di mata Allah maupun di mata manusia, aksi 4 Nopember ini wajib dibangun di atas asas “akhlaqul karimah” Islamiyah yang solid dan indah. Hindari hal-hal yang mengganggu orang lain, apalagi yang bersifat menghina, merendahkan, apalagi mengancam. Ingat, kita tersinggung karena hinaan dan pelecehan orang lain. Berhati-hati untuk terjatuh ke dalam perangkap yang sama.

6. Yakin dengan kekuatan langit di atas kekuatan bumi. Selama aksi jangan lupa berdzikir, berdoa, dan tawakkal sepenuhnya kepada Allah. Aksi ini bukan pesta, apalagi pamer kekuatan. Tapi “result oriented antion” (aksi yang beriorientasi hasil). Dan akhir yang terbaik itu tetap ada di tangan Pemilik langit dan bumi.

Wallahu al-Muwaffiq ilaa kulli khaer!

Jakarta, 31 Oktober 2016

Penulis adalah President Nusantara Foundation /Jamaica Muslim Center New York

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *