JK: Furnitur dan Kursinya Buatan Italia, Apa yang Ingin Kita Capai?

Pemutaran-Kaset-Rekaman-Mengaji-dan-Pengeras-Suara-Masjid-Mengganggu-Ketenangan-ini-Klarifikasi-Jusuf-Kalla1

Jusuf Kalla menyoroti furniture isi kantor salah satu Gubernur di kepulauan | Int

Jakarta, LiputanLIMA.com – Isi kantor gubernur di suatu pulau menjadi sorotan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hal tersebut ia kemukakan ketika Rapat Kerja Pemerintah tahun 2016 di istana negara, Jumat, (8/4/2016).

“Saya baru-baru ini mengunjungi suatu kabupaten yang jauh dari sini, masuk ke ruangan tamu Pak Walikota, Gubernur di kepulauan, furniturnya buatan Italia, kantornya kursinya buatan Italia, apa ini yang kita ingin dicapai?” ujarnya mengingatkan Kepala Daerah.

Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selalu tumbuh dua kali lipat setiap lima tahun, tapi tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

“Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Artinya banyak APBD, APBN juga pasti, itu dilakukan tidak mendorong pembangunan itu. Lebih banyak ongkos operasional dibanding dengan pembangunan,” pungkasnya lebih lanjut.

Ia lalu berpesan, agar operasional tersebut harus mereka jaga. Putra Sulawesi ini menekankan agar setiap belanja modal dan belanja barang harus dilakukan dengan baik demi pembangunan ekonomi.

“Saya ingin sampaikan, selama 10 tahun sudah 9 menteri yang masuk penjara, ada 19 gubernur, ada 200 bupati lebih, ada 45 anggota DPR yang masuk KPK. Jadi dengan segala kebanggaan dan amanah itu juga tetap hati-hati untuk jangan masuk dalam angka-angka seperti itu lagi. Karena itu tentu pemerintah tidak ingin juga hal tersebut,” tegasnya pada laman  Kemensetneg.

(Suryani Musi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *