JK Nilai Kegagalan OKI Penyebab Banyaknya Korban Perang

pegang-kalashinkov-gadis-palestina-pukau-parade-perang-UeI

Ilustrasi, salah seorang gadis Palestina yang mengangkat senjata | Int

Turki, LiputanLIMA.com – Wakil presiden, Jusuf Kalla dengan tegas menyatakan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah gagal memenuhi tugas dan tanggung jawabnya untuk melindungi dan mempersatukan anggotanya sehingga saling berperang yang mengakibatkan jatuhnya jutaan korban manusia tak berdosa.

“Kita telah membiarkan politik dan ego sektarian mempengaruhi kita. Padahal Allah SWT sendiri telah mengingatkan kita untuk saling menolong, bukan saling menganiaya,” jelas Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT OKI) ke-13.

Meski menurutnya, OKI sebagai organisasi memiliki potensi dan keunggulan yang memadai, yakni mempunyai 57 negara anggota, kedua terbesar setelah PBB.

Bila digabungkan, populasi OKI mencapai 1.7 miliar jiwa, atau 22,7 persen dari total populasi dunia dengan jumlah penduduk usia muda OKI terbesar, mencapai 53,3 persen. PDB per kapita OKI rata-rata mendekati USD 10.000. Negara-negara OKI juga memiliki sekitar 2/3 cadangan minyak dan gas dunia.

Namun, ironisnya saat semua kenggulan itu belum dapat dimanfaatkan OKI untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi anggotanya, justru sebaliknya menuai konflik, kemiskinan dan bencana kemanusiaan.

“Aset yang harus digunakan bukan hanya untuk kesejahteraan masyarakat kita, namun juga berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan global,” tandas Wapres

Dalam konferensi tersebut, ia juga menyerukan perdamaian dunia Islam, yang dalam beberapa tahun terakhir, telah terpecah belah dilanda konflik, terorisme dan radikalisme.

“Mari kita menjawab akar permasalahan, mencari solusi damai jangka panjang untuk permasalahan yang dihadapi Dunia Islam. Itulah satu-satunya jalan ke depan,” ujarnya di hadapan para peserta KTT OKI dalam sesi General Debate KTT OKI ke-13 di Istanbul Congress Center, Istanbul, Turki, Jumat (15/04/2016)

Selain berupaya menghentikan konflik, menciptakan perdamaian dan persatuan, Wapres mengharapkan OKI mendorong kerjasama di bidang ekonomi, terutama perdagangan dan investasi agar mampu menyejahterakan masyarakat.

“Solidaritas anggota OKI harus diwujudkan melalui kerja sama konkrit serta promosi perdagangan dan investasi antar negara-negara OKI,” seru Wapres.

JK, menilai semua harus fokus pada penyelesaian masalah, agar tidak terjebak dengan perdebatan panjang yang tidak memberikan manfaat.

“Sudah waktunya OKI merubah pandangannya. Keluar dari zona nyaman serta pendekatan business as usual. Beradaptasi pada kondisi dan realitas baru,” seru Wapres, dilansir dari laman wapresri.

(*/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *