Ini Komitmen Jokowi di Hadapan Perwakilan 171 Negara

943739_955689074545946_1287974599797114268_n

Presiden di depan puluhan duta besar dan pejabat tinggi perwakilan dari 171 negara anggota Internasional Maritime Organization (IMO) di gedung IMO, London, Selasa (19/4/2016) | Dok

London, LiputanLIMA.com – Presiden Indonesia, Joko Widodo menegaskan bahwa bagi bangsa Indonesia, samudera memiliki arti penting historis, ekonomi, dan geopolitik.

“Kami pernah jaya sebagai bangsa pelaut. Kehidupan ekonomi kami sebagian berasal dari sumber daya maritim dan hasil perdagangan melalui laut. Kini kami berada di tengah pusat gravitasi ekonomi dan politik dunia, sebagai titik tumpu dua samudera Samudera Pasifik dan Samudera Hindia,” jelas Presiden di depan puluhan duta besar dan pejabat tinggi perwakilan dari 171 negara anggota Internasional Maritime Organization (IMO) di gedung IMO, London, Selasa (19/4/2016).

Meski demikian, Jokowi mengakui, bahwa bangsa Indonesia sudah terlalu lama memunggungi laut. Padahal, jati diri bangsa Indonesia adalah jadi diri maritim sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dimana dua pertiga wilayah Indonesia terdiri dari air.

“Air yang kaya sumber daya maritim, seperti ikan, gas, minyak, dan keragaman hayati,” ucap Presiden.

Oleh karena itu, Pemerintah berkomitmen untuk menjadikan kembali Indonesia sebagai poros maritim dunia dan menyuarakan kembali ‘Jalesveva Jayamahe’ untuk kembali ke jati diri Indonesia sebagai negara maritim, dan sebagai poros maritim dunia. Hal tersebut disampaikan melalui laman Setneg.

(*/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *