Jokowi ‘Curhat’ Ratusan Triliun Kerugian BBM Indonesia di Eropa

bbm_subsidi

Ilustrasi | Int

Eropa, LiputanLIMA.com – Sudah beberapa hari Presiden Joko Widodo mondar mandir dari negara yang satu ke negara lain. Jokowi menyampaikan, bahwa dalam tiga hari, dirinya sudah bertemu para pemimpin negara-negara di Eropa, termasuk Presiden Parlemen Eropa, Presiden Dewan Eropa, dan Presiden Komisi Eropa serta Raja Philippe dari Belgia.

Ia menilai bahwa Indonesia sudah memasuki era persaingan. Ada banyak blok perdagangan, seperti Uni Eropa (UE), blok Cina, belum lagi TPP Amerika Serikat.

Jokowi menilai bahwa meski sebetulnya bangsa Indonesia memiliki kemampuan, namun seringkali terlena. Ia mencontohkan, subsidi BBM selama ini menghabiskan sekitar Rp300 triliun setahun yang menurutnya terbuang percuma.

Karena yang merasakan manfaatnya adalah para pemilik mobil yang merupakan golongan masyarakat mampu. Padahal, “Subsidi itu harus untuk membantu yang tidak mampu,” tutur Presiden yang disambut tepuk tangan hadirin.

Oleh karena itu, di awal pemerintahannya, Presiden Jokowi langsung memotong subsidi BBM. Diakui oleh Presiden ini merupakan kebijakan yang tidak populer dan pasti menurunkan elektabilitas. Namun sebagai Presiden, resiko itu harus berani diambil. “Jadi Presiden kok nyari popularitas,” ucap Presiden, melalui laman Kemensetneg.

Ia juga mengatakan, bahwa subsidi BBM sebesar itu sudah dapat membangun jalur kereta api dari Sabang sampai Merauke. Jokowi juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur seperti tol, pelabuhan, bandara membutuhkan sekitar Rp5500 triliun. Itu bisa diwujudkan bila alokasi dana subsidi digunakan sebagaimana mestinya. 

(*/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *