Reklamasi CPI, 43 Rumah Warga Dibakar

20160422091411

Warga Tanah Tumbuh, Bollo memberikan keterangan kepada awak media sambil menunjuk tempat Ia tinggal sebelum rumahnya digusur oleh aparat Jum’at 22/4/2016 | Saifullah

Makassar, LiputanLIMA.com – Sedikitnya ada 43 rumah warga digusur kemudian dibakar oleh aparat di Tanah Tumbu untuk reklamasi Center Point of Indonesia (CPI), terletak tidak jauh dari kawasan wisata Pantai Losarai Makassar.

Salah satu warga korpan tergusur rumahnya sekira tiga tahun yang lalu, mengaku mengungsi di emper belakang gedung CCC, tidak jauh setelah jembatan utama dari Pantai Losari menuju Tanjung Bunga.

Korban Deng Bollo kelahiran 49, tinggal digubuk mengaku disebut bukan warga Tanah Tumbuh oleh aparat yang menggusur rumahnya pada saat itu, karena tidak dianggap sehingga mereka tampa pamrih datang memusnahkan kediamannya.

“Saya dituduh bukan kampungku di situ, mereka menggap saya warga Barombong, padahal saya tinggal di situ sejak tahun 1979. Belum  pi ada anakku saya tinggal di situ,” akunya terlihat sedih.

Ia kemudian menerangkan bahwa warga yang dibakar rumahnya oleh aparat tidak kurang dari 43 di Tanah Tumbuh termasuk rumahnya, karena tidak ada tempat untuk ditinggali. Ia pun terpaksa numpang di pelataran belakang Gedung CCC.

“Di situa tinggal dipanas mataharia di belakang na gedung nga. Mahasiswa saja yang biasa bawakan nga makanan,” ungkap Bollo meneteskan air mata mengingat tempat tinggalnya di Tanah Tumbuh.

Ibu yang punya enam anak tambah satu cucunya mengatakan semua anaknya sudah merantau disebabkan tidak ada lagi mata pencahariannya di Makassar, ada yang ke Kalimantan, Kendari dan yang di Maros, kecuali anak bungsu dan cucunya yang tinggal bersamanya.

“Terhambur semua mi ka tidak ada mi mata pencaharianna di sini. Suamiku pusing mi terus ka tidak na tau apa mi mau na kerja ka digusur mi tempat pencaharian na,” tambahnya.

(Saifullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *