Gara-Gara Tinja, Makassar Tukar Pengalaman dengan Filipina

berak-kesehatan-130215b

Ilustrasi | Int

Filipina, LiputanLIMA.com – Wakil walikota Makassar, Syamsu Risal MI didampingi Kepala Dinas PU Muh. Ansar serta kepala Bagian Humas Firman Pagarra melakukan kunjungan ke negara Filipina, 25 – 27 April 2016 dalam rangka bertukar pengalaman dengan beberapa daerah di negara tersebut dalam hal pengolahan limbah air dan lumpur tinja. Kunjungan yang merupakan undangan dari USAid Amerika Serikat.

Selain dari kota Makassar, rombongan Indonesia terdiri dari beberapa daerah lain seperti Kota Bekasi, Balikpapan, Tabanan, Malang, Gresik dan Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Syamsu Risal beserta rombongan melakukan kunjungan ke berbagai instalasi pengelolaan limbah air dan lumpur tinja di wilayah di negara Filipina. Kunjungan pertama dilakukan di wilayah Manila pada proyek Maynilad Water Service, Inc (MWSI) yang telah mendapat berbagai bantuan teknis (TA) pembiayaan dari Bank Dunia.

MWSI Project 7 dikenal dengan nama “Veterans water Reclamation Facility” yang dijadikan sebagai prototipe kombinasi antara Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)  dan Instalasi Pengolahan Lumput Tinja (IPLT) yang berlokasi di St.Anthony Village tepat di pusat kota Quezon Metro Manila.

“Sistem yang telah dikembangkan di sini telah terintegrasi antara IPAL dan IPLT dalam satu wilayah. Kita dapat melihat di tempat ini proses pengelolan limbahnya mampu mengolah 2403 /hari lumpur tinja dan 2400 m3/hari air limbah dengan sistem yang canggih. Hal ini bisa menjadi percontohan guna diterapkan di Makassar”, ujar Wakil Walikota Syamsu Risal.

Selain itu, rombongan juga berkunjung ke Bay Laguna yang terletak di dalam DAS Laguna de Bay, danau terbesar kedua di Asia dan merupakan sumber penting air bersih untuk metro Manila. Dengan nilai proyek sebesar Rp. 2,2 T, instalasi pengolahan dengan luas 3.300 meter2 tersebut, mampu melakukan penyaringan dan pemisahan secara mekanis dan juga memperkenalkan enzim biologycal ramah lingkungan yang mampu merubah air limbah bebas bau dan aman bagi lingkungan.

Pemerintah kota Makassar  sendiri, dalam mengelola Tinja perkotaan telah memulai program dengan diawali  sosialisasi program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) yang berada dibawah Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) kota Makassar, sejak tahun 2015 lalu.

Kepala dinas PU, Muh Ansar menyatakan apresiasi yang besar atas kesempatan dan undangan  ASAid ini. Pengalaman yang diperoleh menjadi bahan penting bagi dinas PU sebagai leadingsector dalam bidang pengolahan limbah untuk membenahi sistem di Makassar sehingga menjadi lebih baik lagi.

Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto pada Oktober tahun lalu juga telah dipercaya menjadi pembicara utama pada Konferensi Pengolahan Air Limbah dan Lumpur Tinja Nasional yang digelar Bappenas di Jakarta.

Firman H Pagarra | Citizen Journalism

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *