Ini Jumlah Kerugian Polda Sulselbar Gara-Gara Kebakaran

571d95e78ae50-markas-polda-sulselbar-kebakaran-tahanan-diungsikan-ke-masjid_663_498

Ini hasil Kebakaran di gedung Polda Sulsel | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Penyebab kebakaran yang terjadi dua hari lalu di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) belum diketahui pasti hingga saat ini, Rabu (27/4/2016).

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan penyebab terjadinya kebakaran belum ada kejelasan, karena hasil pengembangan penyebab kebakaran tesebut, untuk sementara masih ada di meja Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulselbar.

Dari pihak Laboratorium Forensik (Labfor) cabang Polda Sulselbar dan Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polda Sulselbar, Frans Barung menegaskan bahwa hasil penelitian dari Labfor dan Inafis sudah ada dan sementara ditunggu hasil dari kapolda Sulselbar.

“Tadi saya sudah berkoordinasi dengan kalabfor dan saya sudah bertanya kepada inafis, hasilnya sudah ada, tetapi belum dirilis, karena masih ada di meja Kapolda,” tegas Frans Barung.

Mengenai perkembangan kasus kebakaran di Polda ini, kata Frans Barung tidak besar, hanya delapan ruangan saja, lima yang terbakar, tiga di tribun, dua di bagian narkoba, tiga yang berdampak.

Ia kemudian menjelaskan yang berdampak adalah gedung yang tidak terbakar secara langsung, hanya kena percikan saja sehingga mengakibatkan beberapa kaca dan yang lain rusak kecil.

Untuk taksiran berapa kemungkinan kerugian yang diakibatkan, Ia mengaku belum menghitung secar langsung, namun menurut prediksinya kerugian yang timbul penyebab kebakaran itu di atas 100 juta.

“Tim belum menghitung hasil, apa saja yang rusak dan berapa, tetapi untuk sementara diperkirakan hasil kerugian yang ditimbulkan diatas 100 juta,”  jelas Barung di Warkop 05.

Ditanya terkait waktu penyelidikan kapan, ia belum memberikan komentar, karena menurutnya hasil pengembangan sementara masih ada pada Kapolda sulselbar, sedang untuk saksi pada waktu itu, dari pihak kepolisian ada lima orang yang menjaga.

“Piket Reserse Narkoba Dua, Piket reserse tribun dua dan piket induk satu, belum ditentukan arah penyelidikan, karena masih menunggu hasil,” ungkap Frans Barung Mangera.

(Saifullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *