Menteri Pertanian Siap Asuransi Hari ‘Pamali’ di Wajo

20160428113032

Menteri pertanian, Dr Ir H Andi Arman Sulaiman usai mempersentasikan pokok bahasan yang diamanahkan oleh pelaksana seminar nasional di Gedung Lappo Ase Bulog, jalan Andi Pangerang Pettarani Kamis 28/4/2016 | Saifullah

Makassar, LiputanLIMA.com – Menteri pertanian, Andi Amran Sulaiman janjikan asuransi bagi masyarakat petani yang gagal panen di Wajo, Sulsel  lantaran bertani ketika hari jelek tiba, atau istilah lainnya adalah pamali. Hal tersebut ia ungkapkan dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) di Gedung Lappo Ase Bulog, Jalan AP Pettarani Makassar, Kamis (28/4/2016).

Ia mengungkapkan bahwa sekarang ada program baru, namanya asuransi bencana alam yang diperuntukkan untuk petani yang gagal panen.

Terlebih di kabupaten Wajo ada satu kebiasaan di mana masyarakat yang sering menjadi tolak ukur untuk mematok keberhasilan pertanian, yakni mereka punya hari jelek. Jadi apa bila hari jelek tiba, maka seluruh masyarakat Wajo tidak bertani, karena tanaman dinilai akan gagal panen.

Sehingga Kementeran pertanian, Andi Amran Sulaiman menantang untuk memberikan asuransi bagi petani yang menanam padi pada hari jelek tersebut.

“Kita asuransikan hari jelek itu, kalau mereka menanam padi pada hari itu dan hasilnya gagal,” ungkap Andi Amran Sulaiman Alumnus Fakultas pertanian Unhas, menantang.

Menurutnya, semua hari itu bagus tidak ada yang jelek. Ia mengaku akan menggantikan kerugian yang dialami oleh para petani Wajo yang gagal panen dan uangnya langsung dicairkan dari pihak terkait.

“Asuransi bencana alam, termasuk hari jelek. Mekanismenya petani mendaftar ke dinas terkait. Dana untuk bencana alam disediakan hanya satu juta hektar, tapi tidak mungkinlah ada bencana alam sampai satu juta hektar, palingan seratus sampai dua ratus ribu,” jelasnya.

Andi Amran menambahkan, untuk premi asuransinya akan dilaksanakan sesuai mekanisme dan akan dipercepat penggantian kerugian yang dialami petani, “Jelas kami minta kalau ada yang terjadi bencana alam seperti itu, tidak boleh dana asuransinya sampai satu minggu baru cair,” tambahnya.

Dalam seminar ini, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman fokus membahas terkait masalah kebijakan perberasan nasional dalam konteks kedaulatan pangan.

(Saifullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *