Bedak Johnson and Johnson Dapat Picu Kanker

367314_johnson---johnson-baby-powder_663_382

Bedak Johnson’s baby powder | Int

AS, LiputanLIMA.com – Kembali bedak Johnson & Johnson tersangkut kasus. Kali yang menjadi korbannya adalah seorang wanita yang bernama  Gloria Ristesund.

Ristesund mengatakan, bahwa dia memakai produk bedak Baby Powder dan Shower to Shower di bagian intimnya selama bertahun-tahun. Menurut pengacaranya, dia didiagnosa menderita kanker ovarium dan harus menjalani histerektomi dan operasi.

Pengadilan di Amerika Serikat (AS) lalu memerintahkan untuk membayar denda sekitar Rp726 miliar kepada seorang wanita yang menderita kanker ovarium setelah menggunakan produk bedak di bagian intim.

Juru bicara Johnson & Johnson, Carol Goodrich mengatakan, bahwa putusan itu bertentangan dengan penelitian yang telah dilakukan selama 30 tahun, di mana produknya dinyatakan aman. “Perusahaan bermaksud mengajukan banding dan akan tetap membela keamanan produk,” katanya, seperti dikutip dari Reuters.

Perusahaan menghadapi sekitar 1.200 tuntutan hukum, karena tidak memberi peringatan kepada konsumen tentang risiko kanker dari penggunaan produk berbasis bedak miliknya.

Kasus ini menyusul putusan sebelumnya di pengadilan yang sama, yang memerintahkan perusahaan ini untuk membayar denda senilai Rp950 miliar pada Februari lalu kepada keluarga dari seorang wanita yang meninggal karena kanker ovarium setelah bertahun-tahun menggunakan bedak di bagian intim.

Akibat kemenangan atas tuntutannya, dia mendapat kompensasi sekitar Rp66 miliar dan ganti rugi mencapai Rp 660 miliar.

(*/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *