Menipu 150 Juta, Tiga Pengusaha SPBU Dilapor

penipu-via-telpon

Illustrasi Penipu | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Tiga pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 7490207 di Mandai, Kabupaten Maros dilaporkan ke Polda Sulselbar.

Ketiga orang diduga melakukan penipuan senilai Rp150 juta terhadap Muh Said, pensiunan PNS, beralamat di jalan Perintis Kemerdekaan KM 19 Sudiang.

“Kami sudah melaporkan tindakan penipuan itu. Laporan bernomor : LPB/178/IIai/2015/SPKT tertanggal 18 Maret 2015. Cuma sampai sekarang tidak ditindaklanjuti,” ungkap Said saat di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (12/5/2016).

Ia mengaku ditipu Rp150 juta oleh Achmad Taufan, Farwa Hafsir dan Citra Nurdin. Terhadap kelakuannya, pihak kepolisian sudah menyita uang hasil penipuan.

“Uang kami itu diambil polisi tetapi kasusnya diabaikan,” aku Said.

Said ditipu kemudian dituduh melakukan pencemaran nama baik oleh Taufan, saat ini tengah menjalani proses persidangan di PN Makassar.

Ia dilapor balik ke Polres Pelabuhan Makassar.  “Saya dituding melakukan pencemaran nama baik. Bahkan sempat ditahan oleh penyidik Polres Pelabuhan. Padahal saya yang melapor duluan di Polda. Saya yang ditipu tetapi saya yang dikasuskan,” kesalnya.

Adapun tindakan penipuan dilakukan Taufan pada kontrak sewa menyewa SPBU 7490207 Mandai milik Taufan. Said menyewa SPBU tersebut dengan nilai kontrak Rp1 miliar selama tiga tahun. Hanya saja baru berjalan sebulan, Taufan melakukan penutupan SPBU secara sepihak.

Alasan penutupan itu lanjut Said sebab pihak Pertamina menurut Taufan meminta tambahan biaya. Tak ingin berlarut-larut dan berharap SPBU itu kembali beroperasi.

Said melakukan sejumlah pembayaran sesuai dengan permintaan Taufan yakni, Rp125 juta pada 26 Januari lalu. Dan dilanjutkan dengan pembayaran kedua Rp25 Juta pada 2 Februari lalu atas permintaan Taufan dkk.

Walaupun sudah dibaya, SPBU tak kunjung dibuka oleh pemilik, bahkan terkesan masih ditutup hingga Said melakukan pelaporan ke Polda Sulsel.

“Kami juga sempat menawarkan membeli SPBU itu karena mereka mau jual Rp15 miliar. Kami waktu itu sudah membawa Rp7 miliar untuk uang muka tetapi mereka melakuan pembatalan secara sepihak,” ungkapnya.

Terkait pelaporan, Kompol Malasugi penyidik, kata Said, juga telah melakukan penyitaan barang bukti uang senilai Rp150 juta dari Taufan dkk, uang itu sekarang berada ditangan penyidik. Namun status terlapor belum ditingkatkan menjadi tersangka.

Ketika dikonfirmasi, Kompol Malasugi melalui telepon seluler, Kamis, 12/5/2016, ia membenarkan adanya pelaporan tersebut. Hanya saja dirinya tidak bisa menjelaskan lebih detail, sebab sedang mengikuti gelar perkara di Polda Sulselbar.

(Saifullah/Suryani Musi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *