Danny: Pedagang di Pasar Sentral Nakal

sentral

Pasar Sentral Makassar | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Wali kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menegaskan sikap pemerintahannya terhadap penguasaan 80 titik ruko di Blok B Pasar Sentral atau Makassar Mall.

Pengusaan itu berbentuk kepemilikan sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) yang diterbitkan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) antara tahun 1992 hingga 1999. Umumnya, satu pengusaha menguasai satu sampai empat titik ruko yang berada di Blok B Makassar Mall dengan luasan yang bervariasi. Ada yang berukuran 11 M2 sampai 165 M2.

Pemerintah kota pun dalam hal ini Danny sudah melayangkan surat edaran  kepada kepala BPN kota Makassar tertanggal 29 Maret 2016 lalu, Danny meminta agar mencabut sertifikat HGB dan tidak memproses perpanjangan HGB perorangan atas ruko blok B pasar sentral atau Makassar Mall tersebut.

“Penerbitannya tidak prosedural karena pengajuannya oleh perorangan sementara mereka tidak memiliki kontrak kerja sama dengan Pemerintah kota Makassar,” jelas Kepala Bagian Hukum, Sophian Manai pada LiputanLIMA.com Sabtu (14/5/2016).

Menurutnya, pihak yang layak mengajukan adalah PT MTIR (Melati Tunggal Inti Raya) sebagai pihak yang memegang kontrak dan kerja sama dengan Pemerintah kota.

“Itupun tidak boleh melebihi yang diperjanjikan oleh PT MTIR,” tegas Sophian Manai.

Permohonan perpanjangan HGB di Blok B Pasar Sentral atau Makassar Mall telah diajukan sejak empat tahun lalu pada 2012 sementara masa berlaku sertifikat berakhir di tahun 2017.

“Pemerintah ingin mengembalikan situasi dan kondisi Makassar Mall sesuai perjanjian dengan PT MTIR,” ungkap Danny.

(Ahmad/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *