Klarifikasi Mantan Aktifis HMI Terkait Artikel Soal GMNI

Siang hari ini (3/2) ba’da jumat, saya ditelepon oleh sahabat saya Ade Reza Hariyadi atau sapaan akrabnya, Bung Reza.

Dia seorang aktifis nasionalis sejati tapi sangat religius dalam kehidupannya. Dia aktifis GMNI seangkatan dgn saya yang HMI.

Inti pembicaraannya, bahwa seorang kader HMI bernama Abraham Lagaligo menulis artikel yang kemudian diviralkan oleh kelompok tertentu dengan judul, “Sejarah berulang, dulu HMI sekarang FPI” kemudian menjadi polemik.

Menurut saya, dalam tulisan tersebut, pada pragraf ketiga yang berbunyi: ” …underbow PKI yang sekarang berubah menjadi GMNI”, merupakan pernyataan ahistoris, imajinatif dan menyesatkan. Tulisan tersebut tentu saja pendapat pribadi dan tidak mewakili kader HMI yang lain termasuk saya.

Jika GMNI merupakan underbow PKI pasti tinggal bangkai sejarah, buktinya, GMNI kian eksis dan berkembang pesat serta terus berkontribusi dalam pembangunan negara.

Saya (HMI) dan bung Reza  (GMNI) bahkan membuat buku bersama yang laris manis dikalangan aktifis dengan judul, “GMNI dan HMI dalam Politik Kekuasaan”, kami menguraikan bagaimana kedua organisasi kader ini membingkai kebhinekaan menjadi kekuatan persatuan nasional dengan ciri dan karakter masing-masing melalui perkaderan Mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara dimasa depan.

Ada baiknya adinda Abraham membaca buku ini, biar paham kebangsaan, keindonesiaan dan kemahasiswaannya makin mantap lagi.

Saya mengenal adinda Abraham secara baik karena sama-sama dalam kepengurusan PB HMI Periode 2003-2005. Dia kader HMI yang cerdas, Ulet, mudah bergaul, dan memang senang menulis. Tak heran, usai di PB HMI dia memilih menjadi seorang jurnalis di salah satu majalah nasional.

Saya juga sudah membaca edisi revisi dari tulisan dari judul yang sama di group WA terbatas kader HMI. Prinsipnya, adinda Abraham menyadari ada “kelalaian” sehingga merevisi tulisan itu khusus nya terkait hubungan PKI dan GMNI.

Dia pun sudah meminta maaf dan meminta agar kalimat tersebut dinyatakan tidak pernah ada dan yang paling penting, agar tidak dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang dapat merusak persatuan yang dia impikannya sendiri.

Demikian respon saya atas viral terkait dengan tulisan adinda Abraham Lagaligo.

 

Wabillahi Taufiq Walhidayah.

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

 

Jakarta, 3 Februari 2017

 

Syamsuddin Radjab

Ketua PB HMI Periode 2003-2005

Koordinator MPK PB HMI Periode 2010-2012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *