Inisiatif Seorang Pengacara, Berkas Gugatan Bur Nojeng Jadi Target Pencurian di MK

Samsuardi, Kuasa Hukum Bur Nojeng di MK

Takalar, LiputanLIMA.com- Kabar mengejutkan datang dari Polda Metro Jaya Jakarta. Itu setelah Polisi menetapkan mantan Kepala Sub-Bagian Humas Mahkamah Konstitusi (MK), Rudi Haryanto, sebagai tersangka dalam kasus pencurian berkas gugatan  pemilihan kepala daerah.

Rudi mengaku, motif pencurian itu adalah membantu teman kuliahnya yang menjadi penasihat hukum salah satu pihak yang bersengketa di pilkada.

“Motifnya menolong teman kuliahnya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Polisi masih mencari advokat yang disebut Rudi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Rudi mengaku menyuruh dua satpam MK, Edi Mulyono dan Samauar, untuk mengambil berkas sengketa Pilkada Dogiyai (Papua), Takalar (Sulsel), dan Bengkulu, pada 27 Februari 2017.

Menanggapi kabar ini, kuasa hukum Bur Nojeng di MK, Samsuardi mengaku sangat terkejut. “Kami segera konfirmasi ke MK. ini menyangkut proses persidangan yang sedang berlangsung sekaligus putusan nantinya.”kata Sam, sapaannya, Selasa (28/3/2017).

Sam menambahkan bahwa sepengetahuan awalnya adalah hanya berkas gugatan Kabupaten Dogeyai Papua yang jadi target komplotan itu. “Saya kira hanya Dogeyai. Tapi jika Takalar juga masuk target, maka kelihatannya memang ada pihak yang menggunakan kekuatan besar untuk mempengaruhi keputusan gugatan kami,”jelas Sam lagi.

Juru bicara Bur-Nojeng, Makmur Mustakim juga mengaku sangat kaget. “Saya membaca salah satu media cetak. Selama ini kami yang dituduh akan menculik berkas gugatan. Untuk apa.? Berkas gugatan itu dari kami kok selaku pemohon. Kejadian pencurian kan Februari. Kalau kami dianggap akan mencuri berkas termohon, berkas mereka masuk nanti bulan Maret.”urai Makmur panjang lebar.

Politisi PPP itu menambahkan bahwa peristiwa ini semakin menegaskan akan adanya konspirasi besar yang dimaksud Yusril Ihza Mahendra selaku Tim Kuasa Hukum pihaknya di MK. “Jika temuan awal Polri bahwa perintah pencurian itu datang dari seorang pengacara, maka pertanyaan saya, siapa yang berpotensi melakukan itu.?”pungkas Makmur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *