Aktifis Palopo Bahas Islam Moderat

Palopo, LiputanLIMA.com– Simpul Peradaban Palopo bekerjasama dengan Gusdurian melaksanakan Dialog Kebangsaan dengan tema Islam Indonesia, Islam Moderat. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Mulya Indah, di jantung Kota Palopo, Kamis, 30/3/2017. Dialog ini menghadirkan, Hadi Fajrianto dari akademisi dan M. Rajab anggota DPRD Provinsi Sulsel, Fraksi Partai Nasdem.

Penasehat Simpul Peradaban Asran Salam mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berangkat dari kenyataan bangsa kita saat ini lagi sedang diterpa ancaman besar yakni sikap intoleran atas perbedaan agama, suku dan pilihan politik.

“Intoleran dalam beragama bisa kita liat dari pengrusakan rumah ibadah dan penyerangan atas kelompok minoritas. Orang yang menyerang dan merusak atas nama agama itu akan membuat persaudaraan sesama anak bangsa menjadi goyah. Disinilah pentingnya, dialog kebangsaan ini dilakukan. Agar sikap moderat itu bisa diimplemwntasikan untuk bisa saling menerima walaupun berbeda” kata Asran Salam yang juga penulis Buku ‘Ali Syariati, Dari Revolusi Diri Menuju Revolusi Sosial’.

Ditempat yang sama, Legislator DPRD Sulsel dari partai NasDem M. Rajab yang menjadi salah satu narasumber dalam Dialog Kebangsaan mengatakan jumlah ummat islam di Indonesia sekitar 207 juta jiwa, 13 persen dari jumlah ummat islam di dunia.

“Perbedaan itu adalah sunnatullah, hukum alam yang pasti. Tidak bisa dihindari apalagi mau dipungkiri, bukankah dalam kitab suci kita juga sudah digariskan bahwa Tuhan menciptakan kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar kita bisa saling menguatkan antara satu dan yang lain di dalam perbedaan” demikian kata Rajab yang juga penulis buku Dasi Sang Presiden.

Nabi Muhammad saw, ketika hijrah dari mekkah ke medinah, yang dilakukan pertama kali adalah mempersaudarakan muhajirin dan anshorz lalu membuat kontrak sosial dengan kaum yahudi dan suku-suku yang ada di madina, yang melahirkan Piagam Madinah.

“Piagam madina itu semacam kontrak sosial yang bisa diterima oleh semua kalangan dalam negara kota yang dibangun oleh Nabi saw, dan kita di Indonesia, ada Pancasila yang menjadi kontrak sosial kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara” kata Rajab yang juga mantan Ketua HMI Cabang Palopo.

Sementara itu Hadi Fajrianto menegaskan bahwa Islam Kemajuan penting untuk dikembangkan.

“Islam kemajuan itu islam yang pandangannya ke depan, untuk memajukan islam dalam mencapai kesejahteraan” kata Hadi dalam kegiatan dialog itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.