Bupati Takalar: Andai Kewenangan Pemkab, Saya Sudah Cabut Izin Tambang Pasir Laut

TAKALAR, LiputanLIMA.com– Aksi demonstrasi yang digelar masyarakat dan mahasiswa menolak penambangan pasir laut di Takalar, mulai membuahkan hasil. Untuk diketahui, Mahasiswa dan masyarakat melakukan aksi nginap di Gedung DPRD Takalar sampai Kamis (20/7/2017) malam.
Akhirnya, Dua fraksi di DPRD Takalar menyatakan penolakannya terhadap penambangan pasir laut untuk kepentingan penimbunan proyek Centre Point of Indonesia (CPI) di Makassar. Fraksi tersebut adalah Fraksi PPP dan Fraksi Gabungan yang terdiri dari partai Nasdem, PAN, PDIP, dan PBB.
Sekretaris fraksi PPP DPRD Takalar, Makmur Mustakim menegaskan bahwa demonstrasi di kantornya tersebut dianggapnya sebagai puncak keresahan masyarakat Takalar. “Ini sudah puncak. Makanya saya peringatkan kepada pihak penambang untuk segera berhenti. Karena saya meyakini akan terjadi hal yang tidak diinginkan,”tegas Makmur, Jumat (21/7/2017).
Selain itu, fraksinya bersama pimpinan DPRD Takalar akan mendatangi pihak Syah Bandar Pelabuhan di Makassar sebagai lembaga yang menangani izin pelayaran. “Kami akan minta kepada Syah Bandar Malassar untuk mencabut izin berlayar kapal Boskalis.”tambah mantan aktifis HMI Universitas 45 Makassar.
Sementara itu, Bupati Takalar H. Burhanuddin Baharuddin saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kejadian tersebut sangat disayangkan, namun ia pun mengaku bahwa dirinya tak kuasa menghentikan aktivitas penambangan pasir tersebut karena tak mempunyai kewenangan untuk menghentikan ataupun mencabut ijin penambangan tersebut.

“Andai saja saya punya kewenangan mencabut izin tambangnya, saya sudah lakukan demi ketenangan masyarakat Takalar. Sayangnya, bukan kewenangan Pemkab, tapi kewenangan Provinsi”. Kata Bupati Takalar.
Adapun tudingan penerbitan Izin Prinsip yang dipersoalkan warga, Burhanuddin menegaskan jika izin prinsip tersebut sudah tidak berlaku lagi. “Masa berlakunya hanya tiga bulan. Tanpa saya cabut, sudah gugur dengan sendirinya.”kunci Burhanuddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *