Bendera Indonesia ‘Dilecehkan’ di Sea Games, Malaysia Minta Maaf

LiputanLIMA.com- Kejadian yang menyakitkan hati masyarakat Indonesia mewarnai ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Bagaimana tidak, dalam buku panduan event olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut, gambar bendera Indonesia di gambarkan secara terbalik.

Dalam buku panduan yang dibagikan kepada para tamu undangan acara pembukaan SEA Games 2017 di Stadion Bukit Jalil pada Sabtu (19/08/17) kemarin, bendera Indonesia justru digambarkan dengan warna putih di atas dan merah di bawah, mirip dengan bendera negara Polandia.
Kesalahan fatal panitia penyelenggara SEA Games 2017 itu sendiri pertama kali diketahui berdasarkan postingan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi di akun Twitter dan Instagram pribadinya.

Dalam rilis resminya, menteri kelahiran 8 Juli 1973 menyebut semula tidak tahu bahwa ada kesalahan penggambaran bendera Indonesia dalam buku panduan SEA Games 2017.

Dirinya baru mengetahuinya setelah ia menerima bingkisan yang isinya sejumlah merchandise, saat datang langsung sebagai tamu undangan.

“Saya ikut proses upacara pembukaan SEA Games 2017, kemudian duduk di barisan tamu undangan. Saat itu saya menerima special souvenir dari panitia pelaksana yang isinya sejumlah merchandise,” tutur pria yang akrab disapa Cak Imam tersebut.
“Di tengah-tengah berlangsungnya acara pembukaan SEA Games 2017 ada kejadian yang membuat saya terkejut. Saya menemukan buku panduan yang mencantumkan bendera Indonesia dalam keadaan terbalik pada bagian informasi negara-negara yang pernah menjadi tuan rumah SEA Games,” papar Imam menjelaskan.

Lebih lanjut, Imam sangat menyesalkan terjadinya kejadian yang bisa dikatakan menghina simbol kebanggan bangsa Indonesia tersebut. Imam juga tidak mengetahui apakah penyelenggara akan menarik kembali buku panduan tersebut atau tidak.
“Saya tidak tahu apakah ini sengaja atau tidak. Namun, saya yakin tamu undangan lainnya sudah melihat kesalahan ini. Saya juga belum mendengar informasi apakah buku ini akan dicabut atau direvisi. Bagi saya, persoalan pencantuman¬† terbaliknya bendera ini menyangkut harkat dan martabat bangsa,” tutupnya.

Perlu diketahui, Menpora Malaysia, Khairy Jamaluddin sendiri telah mengajukan permintaan maaf dan akan berkomunikasi langsung dengan Imam Nahrawi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *