Pendamping Nurdin Abdullah, Menaklukkan Perusahaan Dunia di Usia Muda

MAKASSAR, LiputanLIMA.com- Banyak yang belum tahu sosok pribadi Andi Sudirman Sulaiman, calon pendamping Nurdin Abdullah di Pilgub 2018 mendatang. Sudirman yang merupakan adik kandung Menteri Pertanian Amran Sulaiman, secara mengejutkan namanya melejit sebagai pendamping Bupati Bantaeng.

Penulis senior, Sukriansyah Latief mengulas Sudirman dalam web pribadi miliknya, sukriansyahlatief.com.

Sudirman Sulaiman Lahir di dusun kecil di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 25 September 1983. Ukuran yang sangat muda baginya untuk mengarungi kerasnya pertarungan sekelas Pilgub.

Andi kecil merupakan anak kesebelas dari duabelas saudara yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana.

Ayahnya adalah seorang anggota TNI sekaligus seorang petani. Sedang ibunya dalam keseharian menjadi ibu rumah tangga. Sejak dini dalam lingkungan keluarga yang sangat sederhana dan tinggal di kampung kecil, Andi Sudirman mulai belajar bagaimana hidup sederhana. Nilai-nilai kesederhanaan inilah yang banyak membentuk karakternya ketika menjejak masa remaja. Di samping kesederhanaan, Andi kecil mulai memahami cara hidup mandiri. Tradisi dalam keluarga memang senantiasa menekankan kemandirian tersebut.
Tidak mengherankan dalam sosok Andi Sudirman, karakter kemandirian ini demikian tertanam kuat.

Menyelesaikan sekolahnya di SMP di Bone tahun 1998, kemudian meneruskan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Watampone Kabupaten Bone, Sulsel. Sebenarnya keinginan Andi setelah tamat SMP adalah melanjutkan ke SMA Taruna Nusantara. Namun karena terkendala jarak yang jauh serta pertimbangan ibunya yang menginginkan dirinya tidak terlalu jauh dari keluarga, maka Andi akhirnya menempuh pendidikan SMA yang berjarak sekitar 50 kilometer dari kampungnya itu.

Di masa ini, jiwa kepemimpinan Andi Sulaiman demikian mekar dan tumbuh subur. Selain organisasi Pramuka yang memang telah digelutinya sejak masa SMP, Andi demikian aktif merambah semua organisasi pelajar yang ada di sekolahnya, seperti OSIS, MPK (semacam dewan legislatif pelajar) dan Sispala (siswa pencinta alam).

Persentuhannya dengan berbagai organisasi ini memang tidak main-main. Bagaimana tidak, baru terjadi sepanjang keberadaan SMA Negeri 1 Watampone, ada seorang pelajar yang mampu dipercaya menjabat ketua di semua organisasi ini dalam waktu bersamaan terpilih untuk ketiga posisi tersebut.

Pada tahun 2001, setamat sekolah SMA, Andi Sudirman melanjutkan studinya di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulsel. Di perguruan tinggi terbesar di Indonesia Timur ini, Andi Sudirman berhasil lolos di Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin. Salah satu fakultas yang menjadi favorit di kampus berlambang Ayam Jago tersebut.

Kecemerlangan Andi, khususnya di bidang ilmu matematika membuatnya dengan mudah masuk ke Fakultas. Di masa inilah Andi Sudirman, bisa dikatakan, menuai hasil dari kerja kerasnya belajar dan kemampuannya menyiasati keprihatinan hidup selama masa-masa sulit di bangku sekolah. Di masa ini, di usia yang sangat muda, Andi Sudirman bisa dikatakan telah matang dalam segala hal. Dalam bidang keorganisasian, watak kepemimpinan dan pribadinya yang kuat serta cenderung menyukai tantangan berkembang pesat.

Ke Halaman 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *