GNH-17 Optimis Gaet 75% Suara di Selayar

SELAYAR, LiputanLIMA.com- Tim pemenangan Gerakan Nurdin Halid Satu Tujuan (GNH17) Kabupaten Kepulauan Selayar semakin mantap memaksimalkan penggalangan dukungan. Pasca pelantikan tim GNH17 di kecamatan daerah daratan, seluruh tim bersatu padu memasifkan sosialisasi pasangan bakal calon Gubernur-bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Muzakkar (NH-Aziz).

Ketua Tim GNH17 Kabupaten Kepulauan Selayar, Mappatunru menargetkan 75% suara wajib pilih akan dilabuhkan untuk pasangan NH-Aziz pada bursa Pilgub Sulsel mendatang.

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar ini menjelaskan, target tersebut didasarkan pada karakteristik wajib pilih yang memang sebagian besar memiliki kedekatan secara personal dengan struktur pemerintahan.

“Selayar berbeda dengan kabupaten lain. Wajib pilihnya itu boleh dikata 75 persen yang punya ketergantungan di pemerintah. Mereka pemilih loyal yang akan ikut membantu dukung NH-Aziz,” terangnya, Senin (23/10).

Kekuatan mesin partai pengusung NH-Aziz di Selayar juga terbilang tinggi. Buktinya, Bupati Selayar dan Ketua DPRD Selayar sama-sama merupakan pengurus Golkar. Sehingga, kekuatan tersebut akan mampu turut memicu tingginya pemilih NH-Aziz di kabupaten tersebut.

Saat ini, kata Mappatunru, seluruh tim tengah terjun hingga ke dusun dan lingkungan yang tersebar di Bumi Tana Doang. Bahkan, sosialisasi juga selalu diikuti oleh Ketua DPD Golkar Selayar sekaligus bupati, Muh. Basli Ali dan politikus senior Golkar, Ince Langke.

“Kita lebih banyak intens untuk door to door, jalan dari kabupaten, ke kecamatan, hingga ke desa. Kita berinisiatif mendatangi langsung, karena akan ada perbedaannya itu kalau kita yang mendatangi rumahnya,” jelasnya.

Selanjutnya, Tim GNH17 Kabupaten Kepulauan Selayar juga akan melantik tim yang bergerak di kecamatan daerah kepulauan. Mappatunru menjelaskan, agenda pelantikan semestinya telah berlangsung pada pekan lalu, tetapi harus terpaksa ditunda karena alasan kepartaian.

“Pekan lalu ada pertemuan mendadak di Sidrap, panggilan dari partai. Jadi, pelantikannya terpaksa ditunda dulu karena tetap harus mengikuti perintah struktur partai,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *