IYL-Cakka Libatkan 100 Profesor Susun Visi Misi

MAKASSAR, LiputanLIMA.com- Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) semakin menunjukkan keseriusannya untuk maju mewakafkan diri membangun Sulsel. Duet yang dikenal tak suka “plin-plan” dalam bersikap itu, kini mulai fokus menyusun sekaligus melengkapi visi-misinya.

IYL-Cakka yang mengklaim akan maju lewat dukungan partai politik (parpol) ini, tak ingin sekadar membuat visi-misi, serta program asal-asalan, atau hanya sekadar janji semata. Melainkan, Punggawa Macakka ingin menawarkan sesuatu yang manfaatnya bisa dirasakan langsung, terutama para generasi mendatang.

Sebagai bentuk perhatiannya terhadap para anak-cucuk kita kelak, IYL-Cakka merumuskan visi-misi dengan melibatkan sejumlah pakar atau akademisi yang ahli di bidangnya. Dari hasil itu, selanjutnya akan diramu menjadi program unggulan.

“Selama beberapa hari kedepan, kami akan fokus memperdalam sekaligus menyusun visi-misi yang kami ingin tawarkan dalam bersama membangun Sulawesi Selatan, termasuk konstribusi kita untuk bangsa,” tandas Ichsan, Rabu (25/10/2017).

Ichsan bakal memfokuskan program pada tiga aspek. Masing-masing pada kemajuan bidang pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan rakyat.

“Konsep program harus terurai dan dapat diukur. Perencanaan yang sistemik dengan komitmen kesuguhan mengedepankan kerja dan pengabdian terbaik untuk masyarakat,” urai IYL yang saat menjadi Bupati Gowa mampu mempertahankan Opini WTP secara konsisten sejak 2012 sampai 2015.

Guna menghasilkan visi-misi yang terbaik, maka IYL-Cakka yang punya pengalaman pemerintahan masing-masing dua periode sebagai bupati, bahkan akan meminta masukan sekitar 100 professor atau guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk kalangan praktisi.

Para guru besar atau pakar tersebut dilibatkan sesuai profesi dan keahliannya. Misalnya dalam menyusun program bidang pertanian, maka yang dilibatkan adalah guru besar bidang pertanian. Begitu juga untuk program ekonomi, pendidikan, budaya, kesehatan, pemerintahan, dan lainnya.

“Dari program yang tersusun nantinya, itu juga ada tanggung jawab moral dari para pakar/akademisi. Mereka nanti akan ikut mengingatkan untuk merealisasikan jika atas izin Allah dan rakyat kami menahkodai Sulsel lima tahun kedepan,” papar IYL.

IYL menambahkan, dalam visi-misi dan program yang disusun nantinya, pihaknya tetap akan menyesuaikan kewenangan pemerintah provinsi. “Sebab jangan sampai, hanya karena mengejar pencitraan atau memburu simpati rakyat, program yang tersusun justru bertabrakan dengan kewenangan pemerintah kabupaten/kota.”pungkas Ichsan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *