Tim IYL-Cakka Caplok KTP Satu Desa Mengarah ke Hoax, Begini Kata KPU Pangkep

PANGKEP, LiputanLIMA.com- Kabar yang dihembuskan pihak tertentu dengan menggiring opini melalui rilis yang dikirim ke beberapa media, seolah Tim Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) mencaplok KTP satu desa di Pangkep, kebenarannya semakin diragukan.

Komisioner KPU Pangkep, Jumadil menegaskan, isu pencaplokan KTP warga di Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, masih sangat diragukan. Sebab, isu itu beredar sebelum masuk tahapan verifikasi faktual. Apalagi, syarat dukungan bakal calon dituangkan dalam form B1 KWK yang disertai KTP.

“Apakah betul Desa Kabba yang katanya di media, dicaplok itu betul? Kita belum bisa memberikan gambaran sejauh itu. Karena mengambil KTP nya orang itu bukan mencuri, karena ada pernyataannya di situ,” ungkap Jumadil kepada wartawan, Selasa (12/12/2017).

Di Pangkep, jumlah dukungan IYL-Cakka berjumlah 44.908 orang. Dukungan ini tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pangkep.

Seperti diketahui, penggiring opini jika Tim IYL-Cakka mencaplok dukungan KTP satu desa diketahui punya afiliasi ke kandidat tertentu. Memunculkan pernyataan warga sebelum verifikasi faktual, juga mengundang tanda tanya, apakah memang itu benar warga atau hanya rekayasa.

Sebab sesuai aturan, pihak penyelenggara tidak boleh membocorkan dokumen pasangan sebelum verifikasi faktual dilakukan. Sehingga jika ada pengkondisian seolah-olah warga yang bicara, maka ada dua kemungkinan. Apakah oknum penyelenggara membocorkan, atau ada rekayasa penggiringan opini.

Semenjak IYL-Cakka maju melalui jalur independen, berbagai cara terus dilakukan para Pembegal Demokrasi. Mulai tim kandidat tertentu meminta nama-nama pemberi dukungan diumumkan, hingga menuding mencaplok dukungan.

Khusus yang dijadikan bahan rilis ke media mengenai pencaplokan KTP, dugaan modusnya, yakni melalui media sosial. Fatalnya, ia memainkan itu sebelum tahapan verifikasi faktual.

Akun pengunggah bernama Firman Khoe D’Cassanova mengunggah foto bergambar KTP dan form surat dukungan pasangan IYL-Cakka di facebook.

Postingan ini lalu mendapat reaksi dari Ijha Khalijah. Dalam komentarnya, Ijha yang memposisikan diri sang pemilik KTP itu mengaku tak pernah memberikan dukungan kepada IYL-Cakka.

Selang beberapa jam kemudian alias pada hari yang sama, foto surat pernyataan tidak mendukung yang diteken Ijha Khalijah akhirnya diupload di kolom komentar tersebut.

Namun, kejanggalan lainnya pada surat pernyataan ‘menolak’ yang diteken itu tanpa dibubuhi tanggal. Padahal, tahapan verifikasi faktual baru dimulai 12-25 Desember 2017.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *