Tim IYL-Cakka Duga Ada Kejanggalan Selama Verifikasi Faktual

MAKASSAR, LiputanLIMA.com- Kinerja penyelenggara dalam melakukan verifikasi faktual di kabupaten/kota untuk berkas dukungan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), ternyata ditemukan banyak masalah.

Sebagian daerah, berkas dukungan KTP yang diverifikasi tidak sesuai dengan jumlah yang disahkan KPU di verifikasi administrasi. Rata-rata, berkasnya berkurang saat sampai di KPU kabupaten/kota.

Parahnya, kekurangan berkas itu, ada yang baru sampai di hari terakhir verifikasi faktual di daerah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Gowa, kekurangan berkasnya baru diterima KPU kabupaten sekira 25 Desember.

Jumlah berkas yang terlambat didistribusikan itu dikabarkan lebih dari puluhan ribu. Begitu juga di daerah lain, rata-rata tidak sesuai dengan jumlah yang disahkan KPU saat verifikasi administrasi. Seperti di Luwu, dari total dukungan sekira 84 ribu, tapi yang diterima hanya sekira 73 ribu.

Begitu juga di Palopo dari sekira 11 ribu yang lolos di verifikasi administrasi, yang sampai hanya sekira 10 ribu. Di daerah lainnya juga ditemukan hal yang sama.

Tak hanya itu, selama proses verifikasi faktual berlangsung, banyak berkas ditemukan tertukar. Misalnya untuk wilayah Selayar, tapi datanya justru tertukar di daerah lain.

“Itu laporan yang kami terima dari tim rumah kita di kabupaten/kota,” tandas Ketua Tim Rumah Kita IYL-Cakka, H Bahar Ngitung saat dikonfirmasi, Sabtu (30/12/2017).

Menurut dia, semua laporan dari tim kabupaten/kota sementara didalami oleh tim untuk langkah yang akan ditempuh. Sebab kondisi tersebut sangat merugikan timnya.

Selain itu, pihaknya juga mengumpulkan data pendukung mengenai laporan tim dan relawan jika ada beberapa pendukung yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, karena lembaran fotocopy KTPnya tidak terlampir. Padahal sudah disahkan di verifikasi administrasi.

Begitu juga dugaan di beberapa daerah, petugas tidak melibatkan tim saat melakukan verifikasi faktual di lapangan, sehingga dipertanyakan apakah benar sudah mendatangi warga atau tidak sama sekali.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *